MOU TELKOM, HABIBIE CENTER DAN DIGITAL DIVIDE INSTITUTE

Raksasa telekomunikasi Indonesia, PT Telkom, hari ini, Rabu 10 Juni 2015, menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) dengan The Habibie Center's Institute for Democratization Through Science and Technology (IDST) dan Digital Divide Institute untuk membentuk Meaningful Broadband Indonesia (MBI). MBI akan mendorong diseminasi teknologi broadband di lebih dari 500 kabupaten di seluruh nusantara.
 
 
"Kami berharap dapat membangun sinergi antara agenda sosial MBI dengan strategi komersial Telkom," kata Indra Utoyo, direksi yang mewakili Telkom dalam penanda-tanganan MOU.
 
 
"Dengan dukungan penuh Telkom, pemanfaatan teknologi broadband secara maksimal untuk bangsa Indonesia akan menjadi kenyataan," kata Profesor Craig Warren Smith, seorang akademisi dari Universitas Harvard dan praktisi konsultan pembangunan ekosistem broadband untuk Pemerintah Thailand, yang ditunjuk untuk menjadi ketua MBI.
 
 
Profesor Smith menjelaskan bahwa MBI adalah bentuk "hybrid" ventura-nirlaba yang didukung oleh Dewan TIK Nasional (DETIKNAS) untuk mengawasi proses perumusan dan implementasi "ekosistem broadband" yang berpotensi menjadi motor pembangunan ekonomi di akar rumput.
 
 
Selama ini proses top-down konvensional telah memberikan manfaat broadband untuk kebanyakan penduduk kota, sementara Meaningful Broadband adalah pendekatan "bottom up" yang progresif yang mensasar peningkatan kapasitas penduduk di luar kota besar. Konsep ini berlandaskan teknologi internet pita lebar untuk melipat-gandakan efisiensi pemerintah, restrukturisasi sistem pendidikan, mengurangi kesenjangan ekonomi dan budidaya nilai-nilai tradisional, yang fokus kepada peningkatan kesejahteraan 170 juta warga yang berpenghasilan kecil dan menengah.
 
 
Istilah "Meaningful Broadband" secara bertahap memperoleh traksi diantara para pemangku kepentingan di Indonesia sejak tahun 2006. Istilah ini diperkenalkan oleh Digital Divide Institute (DDI). Penerapan Meaningful Broadband di Indonesia diinisiasi oleh Ilham A Habibie, putra sulung mantan Presiden RI ke 3. Ilham yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana DETIKNAS, menjalankan program yang disebut Meaningful Broadband Kabupaten Initiative.
 
 
"Sejak tahun lalu, kita telah melaksanakan uji-pasar yang menghasilkan kesimpulan bahwa pendekatan yang kami lakukan cukup layak untuk dinaikkan skalanya. Sekarang dengan bantuan Telkom kita akan mengaktifkan sinergi swasta-akademis-pemerintah untuk mencapai inovasi yang dibutuhkan dalam meningkatkan skala kegiatan ini sampai dapat dinikmati oleh seluruh pelosok negeri" kata Ilham A Habibie, yang juga Ketua dari Institut Demokratisasi Melalui Sains dan Teknologi, suatu unit dalam The Habibie Center.
Categories: