Inovasi Data Aksara Matra Dipilih Sebagai Standar Teknologi Kartu Pintar di Indonesia

Data Aksara Matra menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) Konsorsium Kartu Pintar Indonesia dengan ITB, UI, Telkom University, dan Unhas Makassar. Konsorsium ini juga didukung oleh Dewan Riset Nasional (DRN), Kemenristekdikti dan Kemkominfo. Penandatangan kesepakatan Konsorsium Kartu Pintar untuk Perguruan Tinggi di kota Solo ini juga disasksikan Menristekdikti Muhamad Nasir juga disaksikan oleh Presiden ke-3 Republik Indonesia, BJ. H Habibie

Inovasi yang dibuat dan dikembangkan oleh Data Aksara Matra ini dipilih dan dijadikan rujukan Standar untuk pengembangan solusi teknologi kartu pintar pada Perguruan Tinggi di Indonesia. Hal itu diutarakan oleh Hasnil Fajri, Direktur dan Chief Marketing Officer Data Aksara Matra kepada Teknopreneur.

Iconox sebagai O/S Chip Card yang comply dengan MIMA Standar yang menggunakan Platform Powerhouse, dijadikan sebagai inisiasi implementasi platform teknologi kartu pintar nasional untuk dikembangkan sebagai kartu pintar standar di semua Universitas di Indonesia.

“Nantinya akan dikembangkan lebih lanjut bersama peneliti di universitas-universitas tersebut untuk menjawab berbagai kebutuhan di masa mendatang,” ujar Hasnil.

Hasnil menambahkan bahwa kondisi sistem kartu pintar di Indonesia sebelum dibuat dan dikembangkan Iconox MIMA, belum ada standar untuk e-ID dan e-Payment, gagal untuk memproses O/S dan Nasional Security O/S, setiap Issuer memiliki Proprietary O/S dan Java serta tidak ada O/S Chip Nasional yang dibuat untuk standar nasional untuk Multi Issuer Multi Acquired (MIMA).

“Yang membedakan produk teknologi kami dengan produk teknokogi lain di dunia adalah, kami satu-satunya perusahaan ICT dibidang fintech lokal yang mempunyai O/S Chip buatan lokal dengan aplikasi MIMA standar yang memungkinkan semua Issuer dan Acquirer saling Interoperability dan pada awal inisiatif didukung oleh Platform Payment bernama “Powerhouse,” ujar Hasnil.

Pada ajang Asia Pacific ICT Competition (APICTA) 2014 yang diikuti oleh 17 negara, inovasi ini di “Acknowlege” sebagai Unique Technology in the World.

Di fase awal, nantinya Kartu Pintar ini akan dapat dipergunakan di empat kampus menjadi kartu multi fungsi yang berfungsi sebagai ID, untuk absen dosen dan mahasiswa, untuk akses ruangan (kelas, rapat), untuk akses penggunaan loker, pembayaran parkir dan makanan dan minuman di kantin, uang kuliah mahasiswa, serta pembayaran lainnya. Kelebihannya semua fungsi tersebut hanya menggunakan satu kartusaja.

Teknologi ini selain bisa digunakan untuk kebutuhan kampus, juga bisa digunakan untuk semua Industri seperti perbankan, pariwisata, telekomunikasi, perhotelan, sektor publik, ritel, dan aktivitas nirlaba seperti komunitas dan organisasi serta kartu subsidi seperti Kartu Indonesa Pintar, Karu Indonesia Sehat, Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Tani, Kartu Bansos dan kartu subsidi lainnya.

“Dengan Teknologi ini cukup gunakan satu kartu untuk berbagai macam kebutuhan subsidi. Jadi sangat efisien dari sisi anggaran dan efektif buat pengguna dan stakeholder lainnya, mudah dimonitor dan dikontrol oleh petugas dilapangan maupun pejabat kementerian terkait. Baik via aplikasi di web maupun telepon genggam,” tutup Hasnil Fajri.

Categories: