Tawaran Kolaborasi Bagi Start-up Indonesia Dari Australia

Teknopreneur, Jakarta - Pemerintah Australia tengah menjajaki kolaborasi dengan entrepreneur dan start-up di Indonesia untuk bekerja dan berinovasi bersama dengan mitra di Australia. Dialog ini berlangsung dalam diskusi yang bertajuk percepatan geliat start-up dan inovasi antara Indonesia dan Australia di Kedubes Australia 24 Mei 2016.

Panel ini melibatkan CEO dari perusahaan teknologi (fin-tech) (Moses Lo, Xendit) dan perusahaan komputasi cloud (Fred Groen, Cloudera), Woro Indah Widiastuti,  penasihat teknologi untuk Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara dan para innovator, Nicko Widjaya dari Telkom Indonesia, Jamie Camidge dari muru-D, serta sekitar 60 entrepreneur dari Indonesia, start-ups, pemodal, dan perwakilan dari asosiasi ICT.  

Peserta diskusi yang berasal dari kedua negara dan bergerak di bidang teknologi  ini diterima langsung oleh Duta Besar Australia untuk Indonesia, H.E. Paul Grigson. Dalam panel tersebut juga dibahas tentang pentingnya inovasi di bidang teknologi sebagai komoditi. Salah satu peserta panel, Moses Lo, pendiri dan CEO dari Xendit, dalam diskusi tersebut menyatakan kecintaannya pada pasar di Indonesia. Ia yakin pada penyediaan pilihan pembayaran secara mobile bagi masyarakat di Indonesia yang sebelumnya bahkan tidak menggunakan bank sebagai penyedia pembayaran.

Selain itu, kedepannya Austrade Jakarta bekerja sama dengan muru-D untuk mencermati peluang bagi para entrepreneur muda Indonesia untuk mendaftarkan diri pada program inkubator residensi di Singapura. Selama ini, muru-D adalah start-up yang didukung oleh Telstra, memiliki misi menemukan dan membantu terbangunnya banyak startups berbasis teknologi yang lebih baik dan mampu dengan cepat bersaing di arena global, dengan menawarkan investasi dan purpose built premises di Sydney dan Singapura, serta memberikan pelatihan dan pendidikan, akses ke pasar global dan jaringan mitra yang luas.

Categories: