Smartphone Digicoop Diproduksi Massal

Teknopreneur.com – Setelah diresmikan tahun lalu,Koperasi Digital Indonesia Mandiri (KDIM) mulai memproduksi secara massal smartphone Digicoop yang menjadi andalan dari koperasi ini. Acara peresmian produksi massal Digicoop ini dihadiri oleh Menristek Muhammad Nasir.

Yang membedakan smartphone Digicoop dengan pabrikan lainnya adalah pada content. Bedanya dengan smartphone lain yaitu di dalam DigiCoop berisi aplikasi lokal, bahkan menggunakan server sendiri , termasuk DNS network sama sekali tidak terkoneksi dengan google.

Dalam smatrphone DigiCoop juga terdapat beberapa aplikasi yaitu advertising, fitur single sign on, email, messenger lokal, coopcloud, coop store yang berisi puluhan ribu aplikasi sampai aplikasi keanggotaan koperasi. Sementara untuk sistem operasinya adalah sistem operasi lokal yang mengkustomisasi Android 6.0, smartphone ini sudah mendukung jaringan 4G LTE. Kustomisasi tersebut membuat para pengguna tak perlu lagi menggunakan akun google untuk mengaktifkan smartphonenya melainkan cukup dengan akun koperasi digital, maka semua aplikasi bisa digunakan.  Dengan demikian, smartphone ini hanya bisa digunakan oleh anggota koperasi saja.

OS yang dipakai ini juga memungkinkan anggota untuk mendapatkan poin setiap membuka smartphonenya yang berupa poin impression. Karena dengan membuka smartphone, bar iklan yang tampil di bagian atas layar akan memberikan poin ke anggota. Tampilan iklan ini tidak bisa dibuang lantaran menjadi bagian dari OS dan di situ letak kelebihannya.

Maka smartphone Digicoop adalah aset koperasi yang dipergunakan oleh anggotanya untuk mendapatkan keuntungan yang dapat menambah pundi anggota di pembagian SHU.

Koperasi Digital Indonesia Mandiri (KDIM) diresmikan oleh  Menteri Koperasi AAGN Puspayoga .  Koperasi ini terbuka bagi seluruh warga Indonesia. Koperasi ini memiliki bidang usaha yang fokus pada pengembangan perangkat, infrastruktur termasuk satelit dan aplikasi yang mampu memberikan manfaat selain bagi anggota dan masyarakat umum, juga industri nasional.

Saat peresmian, Menkop Puspayoga mengungkapkan harapannya agar setelah ini Koperasi Digital untuk menyusun strategi bisnis yang efektif yang dapat memenuhi kebutuhan ekonomi anggotanya melalui layanan digital tersebut. Sehingga visi yang telah dibangun dapat tercapai.

“Koperasi adalah organisasi ekonomi yang berwatak sosial dan budaya yang memiliki sifat self-help (menolong dirinya sendiri), sehingga adanya kepentingan ekonomi yang sama dari para anggotanya menjadi dasar kemandirian sebuah koperasi,” ujar Pusayoga. IN

Categories: