Ini Dia! 3 Negara Yang Akan Jadi Guru e-Government Indonesia

Teknopreneur.com- Penarapan e-Government di Indonesia, bahkan di negara manapun tak akan bisa lepas dari peran Kominfo. Dalam kunjungannya ke Keminfo pagi ini (30/1)  Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan & RB) Yuddy Chrisnandi menerangkan bahwa selama ini pihakya selalu berkordiansi mengenai masalah ini.

“Secara konten dan infrastruktur wilayah Kominfo. Masalah police, roadmap dan grand design ada di Kemenpan & RB, sebagai penkordinir semua kebijakan  antar instansi, terkait administrasi dan kepegawaian,” terang Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini.

Yang paling terbaru adalah bahwa Indonesia sudah memiliki MoU tentang capacity building dan transfer kwowladge and experience yang telah ditandatangini Desember lalu oleh Presiden Jokowi dalam kunjungannya ke Korea Selatan.

Yuddy melanjutkan, saat ini mereka sedang memproses MoU dengan Singapura, dan dalam waktu dekat akan menandatangani. Selain dua negera tersebut, Indonesia juga sedang menjajaki kerjasama e-Government dengan Australia.

Pilihan kepada tiga negara ini, bukan tanpa alasan, berdasarkan data dari United Nation e-Government Survey 2014, Korea Selatan merupakan negara dengan E–Government Development Index (EGDI) tertinggi, dengan angka 0.9462, di peringkat kedua adalah Australia, dengan poin 0.9103, sementara Singapura menempati posisi ke tiga dengan angka 0.9076. sedangkan Indonesia jauh tertinggal di peringkat 106, dengan poin 0.4487.

Melihat ketertinggalan ini, Indonesia tentu harus cepat berbenah dan belajar dari tiga negara, yang secara wilayah tak terpisah jauh dengan negara kita.

Mengenai kerjasama dengan Korea Selatan, Yuddy mengatakan ke depan ia bersama Kominfo akan membentuk task force, para tim ahli IT dan perancang e-Gov, melalui training yang dilakukan oleh Korea Selatan.

“Untuk teknis diserahkan kepada kominfo, sementara yang merancang Kemenpan. Orang-orang ini akan kita tingkatkan kapasitas mereka. Korea Selatan siap bantu, datang ke Indonesia tanpa dibayar,” ujar Yuddy.

Ada 5 hal yang akan menjadi prioritas dalam masa pembelajaran itu, pertama belajar dari pengalaman mereka (background) bisa menjati top 3 country.

Kedua, bagaimana sitem kordinasasi pemerintahan mereka baik. Ketiga, bagaimana mereka membentuk SDM yang cakap. Keempat, bagaimana mereka merangkaikan sistem, dan yang kelima adalah belajar tentang teknologi yang mereka pakai. Semoga melalui kerjasama ini, peringkat Indonesia bisa naik dari nomor 106 ya. 

Categories: