Satelit A2 Siap Meroket Tahun Depan

Melalui Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Indonesia segera meluncurkan satelit. Satelit A2 ini merupakan kedua buatan Lapan, namun menjadi yang pertama yang dibuat di Indonesia. Kepala Bagian Humas Lapan Elly Kuntjahyowati menuturkan satelit A2 ini akan diluncurkan tahun depan. "Satelit Lapan A2 telah selesai dibangun dan siap diluncurkan tahun depan," katanya.

Satelit ini akan diluncurkan dengan menggunakan roket milik India dari Sriharikota, India. Satelit buatan Lapan direncanakan untuk menjalankan tiga misi, yaitu pengamatan bumi, pemantauan kapal, dan komunikasi radio amatir. Satelit ini memiliki sensor "Automatic Identification System" (AIS) untuk identifikasi kapal layar yang melintas di wilayah yang dilewati satelit tersebut, dengan demikian, Lapan A2 akan memiliki kemampuan untuk memantau lalu lintas wilayah laut Indonesia.

Berdasarkan pemberitaan media, satelit dengan berat 78 kilogram ini akan mengorbit pada ketinggian 650 km. Pada orbit tersebut Lapan A2 akan melintasi wilayah Indonesia secara diagonal sebanyak 14 kali sehari dengan lama waktu melintas sekitar 20 menit.

Pada orbit tersebut AIS Lapan A2, kata Elly, akan memiliki radius deteksi lebih dari 100 km dan mempunyai kemampuan untuk menerima sinyal dari maksimum 2.000 kapal dalam satu daerah cakupan. "Lapan A2 akan mengorbit secara ekuatorial. Nantinya Lapan A2 akan menjadi satelit pemantauan bumi pertama di dunia yang memiliki orbit ekuatorial," katanya.

Keberhasilan yang pertama ditandai dirancangnya dan diluncurkan satelit pertama buatan Indonesia di tahun 2007, Lapan-Tubsat. Satelit yang diluncurkan pada 2007 dari India tersebut, lanjut dia, hingga kini masih beroperasi dengan baik, padahal awalnya diperkirakan usianya hanya mencapai dua tahun.

"Lapan-Tubsat murni buatan para peneliti dan perekayasa Lapan meskipun pembangunannya bekerja sama dengan Technische Universitat Berlin di Jerman," katanya.

Keberhasilan pembangunan Lapan-Tubsat ini, menurut dia, kemudian memberikan semangat bagi Lapan untuk mengembangkan satelit berikutnya yaitu Lapan A2. Menurut dia, pembangunan Lapan A2 merupakan keberhasilan bangsa Indonesia dalam mengembangkan teknologi antariksa.

Lapan A2 ini sepenuhnya dibangun di Pusat Teknologi Satelit Lapan di Rancabungur, Bogor, Jawa Barat, tambahnya. Satelit  besutan Lapan ini dengan Lapan-Tubsat, namun, memiliki sensor yang lebih ditingkatkan dibandingkan satelit pendahulunya.

Categories: