Telecom Summit 2009
November 12, 2009 by ria
Indonesia Telecoms International Summit kembali digelar untuk kedua kalinya. Pertemuan ini diadakan di Hotel Mulia, Jakarta dari 11 hingga 12 November 2009. Dalam pertemuan ini dibahas perkembangan pertelekomunikasian di Indonesia beserta tantangannya.
Acara ini dibuka oleh pimpinan MASTEL Indonesia, Setyanto P. Santosa dan Manoj Menon selaku Partner & Managing Director, Asia Pasific Frost & Sullivan. Acara ini juga dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Tifatul Sembiring.
Berbagai diskusi digelar membahas industri telekomunikasi di Indonesia. Salah satu yang menjadi isu penting adalah perkembangan mobile broadband. Narasumber yang menjelaskan pasar industri mobile broadband ini adalah Jaikishan Rajaraman, Senior Director GSM Association.
Dalam penjelasannya, Jaikishan menggambarkan perkembangan mobile broadband yang membawa dampak positif di beberapa negara. Selain itu, topik tentang CDMA dan GSM juga diketengahkan dalam pertemuan ini. Beberapa narasumber dari dalam dan luar negeri turut memberikan tanggapannya mengenai topik ini.
Ridzki Kramadibrata, Executive Vice President Marketing Bakrie Telecom mengatakan, salah satu ciri khas CDMA di Indonesia adalah harganya yang murah. Itu sebabnya, setiap perusahaan telco CDMA di Indonesia harus kreatif dan pintar untuk memeroleh keuntungan, salah satunya dengan penjualan konten dan lain-lain. Ridzki menambahkan, penggunaan teknologi tinggi untuk telekomunikasi di Indonesia, misal video call, masih belum dianggap penting oleh masyarakat. Dua hal penting adalah suara dan teks.
Dalam diskusi ini, hadir pula Guntur S. Siboro, Director of Marketing PT Indosat/StarOne dan Tina Radford, Director South East Asia Devices & CDMA 450 CDG. Selain itu, persoalan WiMAX juga menjad sorotan dalam pertemuan kali ini.
”Indoensia memegang peranan potensial untuk teknologi WiMAX. Terutama saat ini ijin telah dikeluarkan, operator akan perlu mengatur rencana mereka untuk mengadaptasi broadband wireless di pasar,” ujar Nitin Bhat, Senior Vice President ICT Practice, Frost & Sullivan.
Ia menambahkan, penetrasi pengguna rata-rata internet di Indonesia memang masih di bawah negara-negara ASEAN, tapi pasar yang dipicu oleh situs jejaring sosial telah bisa mengejarnya.
Pertemuan ini diikuti oleh 200 stakeholder industri telekomunikasi di Indonesia.















