Teknologi Canggih di Balik Film Avatar

January 6, 2010 by feby_khesa

Anda yang mengaku penggemar film pasti sudah menonton Avatar, bukan? Yap, film ini menempati urutan pertama film box office hampir di seluruh dunia dengan meraup US$ 1,2 miliar. Hingga Senin (4/1), penayangan Avatar di sudah menghasilkan US$ 352 juta di Amerika. Sedangkan di negara lain sebesar US$ 679 juta dan versi 3 D-nya mencapai US$ 66,4.

 

Pencapaian ini mungkin bisa membuat orang-orang yang bekerja di balik layar bernapas lega. Sebab film yang disutradarai oleh James Cameron ini menggunakan teknologi yang super canggih dan space rendering yang sangat besar dengan biaya hingga 300 juta dollar amerika atau sekitar 2,8 triliun rupiah.

 

Film ini diproduksi oleh LightStorm Entertainment serta menggunakan teknologi Computer-Generated Imagery (CGI), animasi 3D dan efek visual yang bekerja sama dengan Weta Digital asal Selandia Baru. Gambarnya diambil dengan sistem kamera fusion 3D dan sentuhan resolusi film 3D tingkat tinggi dari Los Angles Studio.

 

Hasil ini kemudian diterjemahkan ke dalam komponen film. File-file inilah yang kemudian di simpan di storage oleh di Isilon IQ. Salah satu contohnya adalah ras Na’Vi (makhluk pribumi penghuni Pandora yang berwarna biru) seluruhnya merupakan animasi CGI, bukan aktor atau aktris yang menggunakan tata rias.

 

"Produksi Avatar menghasilkan puluhan terabyte data dalam berbagai format, termasuk file digital yang besar dan file metadata instruksional," tulis Isilon, seperti yang dikutip The Register, Rabu (23/12).

 

Weta menggunakan NetApp untuk menyimpan data yang masuk, menampung dan memproses rendering. Space (ruang dalam disk) yang diperlukan untuk menampung hasil render dalam film Avatar hampir 1 Petabyte. Jumlah ini bisa disamakan dengan 500 harddisk yang masing-masingnya berkapasitas 2 Terabyte.

 

Menurut data dari manajemen film ini, proses rendering-nya membutuhkan 34 rak mesin komputer. Di mana masing-masing raknya menyimpan 32 mesin atau lebih dari 40.000 prosesor dan memori sebesar 104 terabytes.

 

Teknologi storage NetApp juga digunakan untuk mengerjakan film Up, Cars, Finding Nemo, Harry Potter and the Half Blood Prince, Transformer dan lainnya.

 

Film Avatar menceritakan tentang sebuah satelit sebesar bumi yang dihuni oleh bangsa Na’vi yang peradabannya mulai diusik oleh manusia. Bangsa Na'Vi adalah mahluk primitif yang bertubuh besar, berwarna biru dan memiliki ekor.

 

[Feby]

Teknopreneur Teknopreneur Teknopreneur


TeknoPreneur on Facebook

Internet Sehat AmanTeknopreneurTeknopreneurTeknopreneurTeknopreneurTeknopreneurTeknopreneurTeknopreneur

PARTNERS

 

XL

SISFO

Teknopreneur

Teknopreneur

Telkom

Creative Trees

ICT Partnership Forum 2010

Teknopreneur

REVIEW

SpeedUp MW100 : Router Stylish yang Mobile

August 25, 2010 by metriastria

Telkomsel-SpeedUp kembali berkolaborasi dengan mengeluarkan router broadband mobile 3.75G, SpeedUp MW100. Produk ini dirancang dengan fitur mobile hotspot yang didukung chipset Qualcomm dengan kecepatan UL 5.76 Mbps, dan DL 7.2 Mbps. Dengan mengusung kata ’mobile’, router ini bentuknya sekilas mirip dengan flashdisk, ukurannya mungil dan ringan sehingga mudah dibawa ke mana saja.

 

Teknopreneur

RESENSI

Scott Pilgrim Vs. The World

August 19, 2010 by wayan

Bercerita tentang seorang anak muda bernama Scott Pilgrim yang jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap seorang gadis, Ramona Flowers. Terdengar klise? Jangan antipati dulu. Film garapan Edgar Wright ini dikemas menarik dan unik ala video game karena Scott Pilgrim harus mengalahkan tujuh mantan pacar gadis yang dicintainya.

 

TeknoPreneur.com

Menyajikan berita, liputan, dan analisis menyeluruh serta studi kasus mengenai bisnis teknologi di Indonesia dan dunia

Marketing & Editors Office

Grand Wijaya Center Blok F-85
Kebayoran Baru, Jakarta, Indonesia
Hotline: +6221-7046 6903
email: info [at] teknopreneur.com
tel:+6221-720 1140 | fax:+6221-726 1913

Supported by


DheZignWeb Development & Co-Management by DheZign Online Solution