Semua Bisa Buka Toko di Tokopedia
June 30, 2009 by ria
Berjualan memang tak mudah, butuh modal yang besar, usaha, serta koneksi yang luas. Tapi bagaimana jika kita berjualan lewat internet? Masihkah modal yang besar dan koneksi menjadi hambatan? Berjualan via internet memungkinkan segalanya terjadi.
Adalah Tokopedia, sebuah situs online yang menyediakan wadah transaksi jual beli dengan lebih mudah. Situs ini tak hanya menyediakan tempat berjualan via online, tetapi juga menjamin keamanan bagi para penggunanya.
Sebenarnya, keberadaan situs semacam ini telah berkembang di negara lain, misal Amazon dan ebay (Amerika dan Eropa), Rakuten (Jepang), Taobao (China), vpost (Singapore), dan sebagainya. Hal serupa inilah yang ingin digarap oleh Leontinus dan kawan-kawannya. Menurutnya, Iklim jual beli di Indonesia sudah terbangun, hanya melalui medium yang kurang tepat.
“Kami mempunyai visi dan misi untuk membuat satu wadah e-commerce berskala nasional yang bisa dipakai secara gratis, mudah, dan aman sebagai solusi untuk mengembangkan bisnis mereka ke pasar online,” papar Leontinus.
Produk yang berhasil lolos di penjurian tahap I ajang Indonesian ICT Award (INAICTA) 2009 ini menggunakan mekanisme transaksi yang aman. Selain itu, pengguna tidak dipunggut biaya.
Tokopedia mulai digarap pada 2008, saat itu Leontinus dan kawan-kawan mulai mematangkan ide dan risetnya. Rencananya Juli 2009, Tokopedia versi beta akan diluncurkan dan selanjutnya diharapkan akan terbuka untuk umum pada Agustus atau September tahun ini.
Untuk membangun mall online ini, PT Tokopedia menghabiskan dana sekitar Rp 300 juta. Dalam proses pengembangan website ini, hal yang paling utama adalah memastikan bahwa website Tokopedia mudah dipakai dan nyaman sehingga bisa diterima pasar.
”Kami cukup optimis Tokopedia akan disambut hangat oleh para pelaku pasar, karena Tokopedia dibangun dengan visi dan misi untuk menjawab dilema dan kekurangan yang selama ini masih dirasakan oleh para pembeli dan penjual online di Indonesia,” tandas Leontinus.
Khusus untuk industri kreatif, dia berharap semangat local-content di kalangan web-developer bisa ditularkan terutama lewat ajang INAICTA 2009. Harapan itu tentu masih ada. [Ria]















