SAS ABCO, Bantu Bank Atasi Ketersediaan Uang
January 27, 2010 by feby_khesa
Saat ini, perbankan retail menghadapi tantangan bisnis untuk menentukan jumlah uang tunai yang tepat di ATM atau kantor cabang, tanpa kelebihan atau kekurangan sekaligus mengurangi biaya operasi dan meningkatkan layanan pelanggan. Namun berlebihnya jumlah uang tunai di ATM mengakibatkan bank kehilangan pendapatan karena uang yang tersedia tidak menghasilkan. Kekurangan jumlah uang tunai ini mengakibatkan pelanggan enggan mengambil uang dan mengurangi kepuasan pelanggan.
Maka Indonesia memberikan tantangan tersendiri bagi perbankan ritel dalam memberikan kepuasan pelanggan yang terbaik dengan cara menyediakan jumlah uang tunai yang tepat pada masing-masing ATM atau di kantor cabang dengan biaya operasional dan asuransi yang efektif.
Berdasarkan hasil presentasi dari konferensi yang baru diadakan di Eropa, Internasional Conference, 20th EURO Mini Conference, “Continuous Optimization and Knowledge-Based Technologies” di Lithuania, menunjukan bahwa bank-bank di seluruh dunia mempunyai kelebihan uang tunai sekitar 40% di mesin ATM mereka. Seharusnya, jumlah yang ideal untuk hal ini adalah kurang dari 15% untuk mempertahankan ‘Kepuasan Pelanggan’.
Masalah ini tidak terlepas dari pandangan SAS, perusahaan software dan layanan business analytics. Kemarin (26/1), vendor dalam pasar Business Intelligence ini memperkenalkan solusi SAS ATM/Branch Cash Optimization (ABCO) untuk membantu perbankan ritel di Indonesia meningkatkan keuntungan mereka. Caranya dengan mengurangi biaya operasional dan asuransi dan menjamin kepuasan pelanggan dengan mengoptimalkan jumlah uang tunai yang tersedia di ATM atau di kantor cabang.
Sonny Halili, SAS Regional Director, Asia Pacific mengatakan bahwa Indonesia yang memiliki banyak pulau dan kondisi geografis yang beragam membutuhkan solusi khusus ketika menentukan jumlah tepat yang dibutuhkan di ATM atau di kantor cabang.
“Solusi SAS ABCO yang mempunyai kemampuan untuk memperkirakan kebutuhan di masa depan dapat membantu perbankan ritel di Indonesia untuk mengurangi biaya operasional dan asuransi, memenuhi kepuasan pelanggan, dan meningkatkan keuntungan pendapatan,” ujar Haili.
Solusi SAS ABCO bagi perbankan ritel menggunakan solusi peramalan yang dapat membantu pihak manajemen bank dalam memperkirakan berapa banyak uang yang mereka butuhkan di ATM atau kantor cabang. Ini bisa dilakukan berdasarkan transaksi sebelumnya dan memperhitungkan faktor saat hari libur dan tanggal khusus yang dapat mendorong penggunaan ATM dan uang tunai di ATM.
SAS ABCO untuk perbankan retail memiliki tiga fitur:
- Manajemen data yang efektif. Kemampuan untuk mengakses semua data internal yang relevan pada setiap item dari mana saja melalui sistem Anda dan menggabungkan data di pusat penyimpanan data untuk keperluan analisis dan modeling.
- Peramalan yang tepat pada setiap tingkatan. Menghasilkan jutaan perkiraan akurat ke tingkat yang paling rinci tanpa intervensi manual dan memberikan saran akan jumlah pengisian ulang yang dibutuhkan berdasarkan karateristik transaksi setiap ATM/bank.
- Pengisian Ulang Uang Tunai Bertingkat. Kemampuan untuk mengetahui dengan detail setiap item di setiap lokasi/hirarki di jaringan monitoring perbankan retail Anda. Menyesuaikan strategi inventori Anda dengan membagi informasi pada waktu yang tepat bagi para eksekutif dan profesional di seluruh jaringan Anda.
[Feby]















