Open Jive Regional Challenge 2009 Dibuka di Indonesia
May 26, 2009 by ria
Bagi mahasiswa yang gemar mengotak-atik teknologi open source, kali ini ajang Open Jive Regional Challenge 2009 dibuka di Indonesia. Kompetisi ini mengundang para inovator muda untuk membangun solusi web 2.0 yang saat ini sedang dibutuhkan dalam dunia bisnis.
Ajang yang baru pertama kali dibuka di Indonesia ini ditujukan untuk para mahasiswa dari universitas, politeknik, akademi, dan institut teknologi. Kelompok yang business case-nya berhasil terpilih akan mengembangkan solusi Web 2.0 mereka dengan menggunakan portofolio utama teknologi open source milik Sun seperti teknologi Java™, Open Solaris™, NetBeans™ IDE, dan database MySQL™. Mereka juga mendapat kesempatan untuk mempresentasikannya di hadapan para juri yang terdiri dari para pengembang Sun dan pakar industri.
Tak hanya mengajak mahasiswa Indonesia, acara yang diselenggarakan oleh Sun Microsystems ini juga mengikutsertakan mahasiswa Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina. Open jive menjangkau lebih dari 100 sekolah dan universitas di negara-negara tersebut. Para peserta akan menampilkan keahlian mereka masing- masing pada tingkat nasional. Pemenang tingkat nasional akan bertanding di tingkat regional.
Kelompok peserta terdiri dari tiga orang mahasiswa dan satu orang pembimbing. Penilaian didasarkan pada inovasi, kreativitas, efektifitas pemanfaatan teknologi, dan daya jual serta bobot nilainya. Kelompok pemenang dari babak final Indonesia akan mendapatkan 1.000 Dollar Amerika beserta hadiah-hadiah lainnya. Selain itu, mereka memeroleh kesempatan bertanding di tingkat regional dan memenangkan hadiah tambahan dan berhak mendapatkan voucher dari Sun Learning Services serta menghadiri acara Sun Developer Asia Pacific.
”Teknologi serta komunitas open source memberi kesempatan terbaik bagi para mahasiswa pengembang untuk meningkatkan pendidikan TI dan daya saing mereka di pasar saat ini. Dengan open source, para mahasiswa bisa belajar tentang bagaimana software terkemuka dunia diciptakan,” ujar Mr Gan Boon San, president, Sun Microsystems, Asia Selatan.
Komunitas yang dibangun ini juga memberi kesempatan bagi inovator muda tersebut untuk berhubungan langsung dengan beberapa pakar software terkemuka di dunia. Dengan ini, mahasiswa juga berkesempatan untuk bekerjasama dengan pakar-pakar software terkenal. [Ria]














