Malam Puncak Teknopreneur Award 2009
December 22, 2009 by Anonymous
Teknpreneur Award 2009 (TA 09) telah sampai pada puncaknya. Malam Penganugerahan Teknopreneur Award 2009 yang digelar pada Rabu (16/12) di Ritz Carlton Hotel, Mega Kuningan, Jakarta menjadi puncak sekaligus pengumuman pemenang Teknopreneur Award 2009. PT Sarimas Ahmadi Pratama berhasil menjadi Pemenang I Teknopreneur Award 2009.
Untuk Pemenang II berhasil diraih oleh PT Barelang Konsultindo Mandiri, disusul PT Sisfo Indonesia sebagai Pemenang III. Lalu, Juara Harapan I diraih oleh PT Veneta Indonesia, dan Juara Harapan II adalah PT Zamrud Khatulistiwa Technology.
Dasep Ahmadi, Pendiri PT Sarimas Ahmadi Pratama mengatakan, pihaknya sangat bangga bisa memenangkan Award ini. PT Sarimas Ahmadi Pratama merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri mesin, terutama mesin otomotif. Pemenang I ini juga mengaku akan mengembangkan industri mesin di Indonesia terutama dalam hal teknologi.
“Award ini sebagai pemacu semangat bagi saya dan perusahaan untuk bisa mengembangkan bisnis teknologi ini jauh lebih baik,” ungkap Dasep.
TA 2009 juga dihadiri oleh Menko Perekonomian, Hatta Rajasa dan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Tifatul Sembiring. Dalam sambutannya, Hatta Rajasa mengatakan teknopreneur selalu diidentikkan dengan usaha kecil atau mikro, padahal seharusnya tidak seperti itu. Hatta menegaskan, yang harus dilakukan saat ini adalah open innovation. Inovasi, tambah dia, dulu memang dikembangkan oleh perusahaan besar, tapi sekarang sudah saatnya semua terbuka, inovasi juga milik perusahaan mikro atau kecil.
Menurut Hatta, banyak penemuan di perguruan tinggi saat ini yang berhenti pada tahap invention. Untuk menjadi teknopreneur, katanya, juga diperlukan inovasi.
“Kita harus terus mendukung dan mengembangkan teknopreneur,” jelas Hatta.
Senada dengan hal tersebut, Tifatul Sembiring juga menekankan tentang kreatifitas dalam masyarakat. Menurutnya, kreatifitas terdiri dari tiga hal: baru, beda, dan bermanfaat.
“Seluruh teknopreneur Indonesia, jadilah kita petarung, jangan jadi pecundang yang dipukul jatuh dan tidak bangkit,” tegas Tifatul Sembiring saat memberikan pidato kunci dalam Malam Penganugerahan TA 2009.
Acara yang diadakan oleh Teknopreneur Indonesia, Ikatan Alumni ITB, dan Tekno Ventura ini juga dihadiri oleh para pelaku bisnis teknologi di Indonesia. Amir Sambodo, selaku dewan juri TA 2009 dan perwakilan alumni ITB juga memberikan apresiasi bagi para teknopreneur di Indonesia saat ini.
“Banyak bakat yang muncul dari para teknopreneur, kekurangannya adalah model bisnis. Ini merupakan tantangan bagi para pebisnis pemula,” ungkap Amir Sambodo. Menurutnya, masa depan Indonesia terletak pada para teknopreneur di Indonesia.
Penganugerahan Teknopreneur Award 2009 ini merupakan tahun kedua. Dari 58 peserta yang mengikuti Teknorpeneur Award tahun ini. Setelah itu, perusahaan-perusahaan tersebut melewati tahap penjurian hingga terpilih lima finalis.
M. Andy Zaky, selaku Ketua Panitia Teknopreneur Award 2009 mengaku antusiasme peserta pada tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. Menurut Andy, ini merupakan indikator bahwa bisnis teknologi di Indonesia punya masa depan yang lebih cerah.
Selain penganugerahan award kepada para pemenang, acara ini juga diisi dengan diskusi dengan tema “Peran Teknopreneur dalam Ekonomi Kreatif”. Sebagai pembicaranya, Anindya N. Bakrie (Wakil Ketua KADIN) dan Budi Gunadi Sadikin (Direktur Mikro dan Ritel Bank Mandiri).
[Ria]














