IBM Memperkenalkan Rangkaian Layanan Perlindungan Informasi dan Layanan Keamanan Data yang Komprehensif di Indonesia
August 12, 2009 by admin
Jakarta, 12 Agustus 2009 - IBM Indonesia hari ini mengumumkan tersedianya rangkaian Layanan Perlindungan Informasi yang komprehensif untuk perusahaan-perusahaan besar dan menengah yang membutuhkan data resiliency untuk mengatasi persyaratan peraturan yang semakin ketat, pertumbuhan data yang meningkat pesat, dan kebutuhan teknologi yang berubah-ubah.
Di Indonesia sendiri, IBM akan menyediakan layanan perlindungan informasi berbasis awan yang sangat aman dan dirancang untuk mengatasi persyaratan retensi data yang semakin ketat dan mendukung kelangsungan bisnis. Layanan-layanan ini, termasuk Remote Data Protection (RDP) dan Onsite data Protection (ODP), juga dirancang untuk secara efisien membuat back-up data pelanggan, sehingga lebih mudah dipulihkan jika terjadi bencana.
“IBM berkomitmen untuk menjadi mitra bagi para pelanggan dalam mengelola keamanan data mereka,” tutur Kiki Randall, Country Manager, Global Technology Services, IBM Indonesia. “Melalui rangkaian layanan dari hulu ke hilir, kami membantu pelanggan untuk dapat tetap menjalankan kegiatan bisnisnya ketika terjadi bencana yang tidak diinginkan,” Kiki menambahkan.
RDP adalah untuk perusahaan-perusahaan yang memiliki sumber daya TI yang terbatas, serta memiliki kantor-kantor cabang di daerah terpencil dan sistem operasi, server dan penyimpanan yang heterogen. Solusi RDP ini akan menyediakan layanan perlindungan pemulihan bencana di lokasi terpisah (off-site), sehingga pelanggan dapat menyimpan data bisnis mereka di “lemari besi” Sebuah “lemari besi” (vault) adalah sebuah perangkat penyimpanan perlindungan data yang dimuat dalam rak. Perangkat ini mampu menyimpan data aplikasi dan informasi berukuran multi terabit. perlindungan data IBM yang berada di Data Center IBM yang terjamin kemanannya. ODP sangat fleksibel karena menawarkan pengelolaan pemulihan dan back-up sumber daya TI yang berbasis tape virtual atau berbasis disk dari Data Center IBM atau dari lokasi klien.
“Informasi tentang ‘melindungi perusahaan’ saat ini merupakan keharusan bagi manajamen. Dalam perekonomian global yang beroperasi 24 jam, memberikan jaminan bahwa sistem bisnis dapat dipulihkan dalam waktu sesingkat mungkin untuk meminimalkan kerugian keuangan merupakan hal penting bagi organisasi atau perusahaan manapun, apapun ukuran dan industrinya,” tutur Linus Lee, Eksekutif, Business Continuity and Resiliency Services (BCRS), IBM Global Technology Services, ASEAN. “Layanan perlindungan informasi yang dikelola IBM adalah dalam bentuk utiltas ‘pay-as-you-go’ yang dirancang untuk meringankan biaya modal. Didukung oleh staf teknis IBM Global Support Center selama 24 jam penuh, layanan-layanan ini dapat membantu pelanggan meningkatkan penggunaan sumber daya TI, memungkinkan mereka menyebarkan sumber daya TI mereka yang semakin terbatas untuk kegiatan-kegiatan yang lebih strategis,” Lee menambahan.


.jpg)











