Hotelite: Software Lokal Perhotelan
February 2, 2010 by feby_khesa
Istilah “Produk Dalam Negeri Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri” memang sering kita dengar. Tapi jika tidak ada yang mengaplikasikannya dan masih bangga menggunakan produk luar negeri, sia-sia saja kalimat tersebut. Namun semboyan ini ternyata masih berlaku pada PT. Intiland Development saat akan menggunakan software milik PT. Realta Chakradharma dalam pengelolaan sistem aplikasi teknologi informasi pada Whiz Hotel yang akan dibangun.
Penandatanganan Nota Kesepahaman antara dua perusahaan dilakukan hari ini (2/2) di kantor Intiland Tower, bilangan Sudirman, Jakarta. Hadir masing-masing Presiden Direktur kedua belah pihak, yaitu Moedjianto Soesilo Tjahjono dari Intiwhiz International dan G. Hidayat Tjokrodjojo dari Realta Chakradharma.
Moedjianto mengaku, pihaknya menggunakan penerapan sistem aplikasi Hotelite milik Realta pada seluruh jaringan Whiz Hotel agar dapat membantu mencapai standar kualitas layanan hotel yang modern, nyaman dan efisien.
“Kami menilai sistem perhotelan yang dimiliki Realta sudah teruji dan banyak digunakan di hotel-hotel berkualitas,” ujar pria yang akrab disapa Moedji ini.
Sementara itu, pihak Realta yang diwakili oleh Hidayat mengaku bangga dan mengapresiasi atas kepercayaan Intiland menggunakan sistem aplikasi yang juga sudah digunakan oleh 150 hotel lainnya di dalam dan luat negeri ini.
“Hal ini menjadi bukti nyata bahwa industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK-red) di Indonesia semakin berkembang dan tak kalah berkualitas dengan produk luar lainnya. Produk piranti lunak buatan Indonesia sudah dipergunakan secara luas dan dapat dijadikan standar dan pilihan utama bagi bisnis perhotelan,” jelas Hidayat.
Produk Hotelite terdiri dari tiga produk utama yaitu modul Front Office (Front Office, Point on Sales dan Marketing), modul General Ledger dan modul Logistic (Cost Control & Inventory). Hidayat juga meyakinkan bahwa software ini asli buatan anak negeri dan berbeda dengan sistem-sistem dari luar negeri.
“Dengan menggunakan Hotelite, pihak hotel bisa melakukan penghematan sistem komputerisasi. Jadi karyawan tinggal memasukkan data saja, selebihnya komputer-lah yang melakukan proses penghitungan, analisa dan penyusunan laporan,” ucap Hidayat.
Whiz hotel sendiri memang ada yang akan dibuka dan dibangun di beberapa kota di Indonesia. Intiwhiz International memang sengaja membidik kota nomor dua, bukan kota besar pada pembangunan hotel ini. Bahkan kota pertama yang akan dilakukan soft opening pada Juni nanti adalah di Yogyakarta.
“Dalam setahun ini, kami menargetkan 12 hotel akan berdiri, yang artinya akan ada 60 Whiz Hotel dalam lima tahun ke depan. Fokus utama pendirian hotel memang di sekitar Indonesia saja, namun kami juga menolak jika ada penawaran untuk membangun di luar negeri,” papar Moddji.
[Feby]















