Belajar Tanpa Batas, Tidak Melampaui Batas
June 11, 2009 by fitria
Internet sehat menambah ilmu kita
Wawasan luas bermakna
Internet sehat semua jadi dekat
Menuju keajaiban dunia
Gunakan internet untuk kita meraih dunia
Sepenggal bait itu diputar berulang-ulang pada acara pengumuman pemenang sekaligus penyerahan hadiah Lomba Logo & Maskot dan Jingle Internet Sehat (11/06) di Balai Sidang Senayan, Jakarta. Bait itu berasal dari lirik jingle yang digubah oleh pemuda asal Magelang, Adistya Rian Pratama. Dia didaulat sebagai pemenang setelah semua juri lomba secara aklamasi memutuskan karyanya sebagai pemenang. Pencapaian tersebut membuat Adistya berhak memperoleh uang tunai sebesar lima belas juta rupiah dan jingle bikinannya akan diperdengarkan secara luas sebagai RBT.
Menurut Dirjen Aplikasi Telematika, Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) Cahyana Ahmadjayadi, karya Adis dipilih karena dianggap paling representatif untuk menggaungkan program internet sehat yang digagas Depkominfo tersebut ke masyarakat. “Jingle yang dibuatnya enak didengar, sederhana dan memiliki lirik yang bagus,” ujar Cahyana.
Selain Adistya, Iregha Kadireja pun mendapatkan penghargaan dan hadiah lima belas juta rupiah hari itu. Logo dan maskotnya resmi digunakan oleh Tim Sosialisasi Internet Sehat (TSIS) Depkominfo sebagai media kampanye program internet sehat. Iregha menunjukkan kemampuan grafisnya dengan menciptakan dua karakter gambar bernama Ines dan Iman yang berprofesi sebagai dokter dan detektif. Mereka berdua diibaratkan sebagai penegak hukum bagi para pengguna internet yang menyimpang. Iregha juga membuat logo internet sehat yang menggabungkan bentuk dasar bola dunia, air dan lambang domain internet (@). Logo tersebut disertai tagline “Belajar Tanpa Batas”. “Internet bisa memberikan kita begitu banyak informasi, namun kita harus pintar memilih informasi tersebut,” ujar Iregha.
Hal ini diamini oleh Adistya. Baginya internet mampu memenuhi hasrat manusia untuk memperoleh dan memberikan informasi. “Kita bisa mendapatkan informasi yang luas dari Internet dan meraih dunia,” ujar Adistya. Namun menurutnya pencarian informasi yang dilakukan di internet seharusnya tetap berada pada koridor yang positif. Adistya berharap agar jingle yang diciptakannya itu bisa menyadarkan pada pengguna internet untuk berinternet secara sehat dan aman.
Harapan yang sama diungkapkan oleh Cahyana. Dia berharap agar lirik pada jingle tersebut dapat diingat oleh masyarakat dan pada akhirnya bisa menciptakan aksi bersama untuk berinternet sehat. “Internet hendaknya digunakan sebagai media belajar tanpa batas bukan melampaui batas,” ungkap Cahyana.
Berakhirnya Lomba Logo & Maskot dan Jingle Internet Sehat menurut Cahyana tidak akan memandegan program sosialisasi program internet sehat. Rencananya setelah ini akan diadakan kontes pencarian bakat. Kontes ini bertujuan untuk memilih sejumlah penyanyi baru dan muda untuk menyanyikan semua jingle internet sehat yang dibuat oleh para peserta lomba jingle sebelumnya. Tak hanya itu, semua lagu bertemakan internet sehat tersebut rencananya akan dibikinkan album kompilasi dan diperdagangkan secara luas di Indonesia. [Fitria]















