Balto Jadi Ketinggalan Zaman
June 24, 2009 by fitria
Masih ingatkan anda dengan cerita seekor anjing bernama Balto? Anjing Siberian itu dikisahkan berjuang dan berhasil mengantarkan obat untuk anak-anak yang sakit di Nome pada 1925. Dia dan beberapa anjing lainnya harus menarik kereta salju berisi obat di tengah badai salju dan di sisi jurang mematikan. Di masa itu alur distribusi obat memang masih belum maju, namun kini derasnya arus internet dan teknologi membuat teknis pendistribusian obat semakin kreatif. Misalnya saja dengan aplikasi N~2~N Pharma® yang dikembangkan oleh PT Realta Chakradarma.
Pemimpin PT Realta, G. Hidayat Tjokrodjojo menjelaskan, N~2~N Pharma® adalah sebuah sistem fasilitas / pelayanan untuk proses pemesanan barang farmasi, oleh member pemesan, kepada member penjual. ”Sistem ini memanfaatkan teknologi internet, program komputerisasi berbasis web dan konsep the ”New Cloud Technology”,” ujarnya. N~2~N Pharma®, melayani transaksi dan sistem distribusi melalui jasa internet dari sisi hilir sampai ke sisi hulu industri farmasi, termasuk proses pembayarannya. ”Hal ini tentu akan menghemat waktu, tenaga, biaya transportasi, pekerjaan administrasi serta mengurangi berbagai tata niaga yang kurang produktif,” tutur Hidayat. N-2-N lanjutnya dapat menjadi salah satu sarana paling tepat untuk mencapai ”management supply chain” dan mencapai konsep ”just in time”.
N~2~N Pharma® menerapkan sistem berlangganan dan tidak dijual. Dengan demikian pemakai tidak perlu melakukan investasi yang mahal untuk membeli software ini, tetapi cukup dengan memenuhi syarat pendaftaran sebagai member. Setelah terdaftar sebagai member, user dapat melakukan pesanan barang melalui sistem N~2~N Pharma® dan / atau bila sebagai penjual, dapat menerima pesanan dari pemesan.
Untuk mengakses N~2~N Pharma®, member cukup hanya menggunakan komputer standar yang biasa dipergunakan untuk akses internet. Segera setelah pesanan dibuat, hanya dalam beberapa saat saja, pesanan sudah sampai ke penjual. Penjual dapat segera menyiapkan barang, mengirimkan barang dan menerima pembayarannya. Proses administrasi pembuatan Delivery Order, tanda terima barang dan Invoice dapat dilakukan melalui N~2~N Pharma®. Penggunaannya memang didesain agar mudah dan murah, tetapi sangat terjaga keamanan dan ketelitiannya.
Setelah barang pesanan diterima oleh pemesan, tahap selanjutnya adalah melakukan proses pembayaran. Pembayaran dilakukan melalui sistem pengolahan data bank Danamon dari rekening pemesan ke rekening penjual, menggunakan Payment Gateway dari PT Finnet Indonesia dan terhubung langsung dengan pengolahan data di Danamon. ”Sistem ini tidak untuk dipergunakan oleh masyarakat membeli obat untuk dikonsumsi langsung, karena sistem ini bersifat B-to-B (Business to Business) dan bukan B-to-C (Business to Comsumer),” ujar Hidayat.
Meskipun sistem N~2~N Pharma® bersifat business to business, namun bukan berarti sistem tersebut tidak bermamfaat bagi masyarakat luas. Menurut Hidayat, bila sistem ini diterapkan secara menyeluruh oleh pelaku bisnis farmasi, diperkirakan akan terjadi penghematan biaya 15% hingga 20%. Akibatnya harga obat bagi masyarakat secara umum akan menjadi lebih murah. Selain itu menurutnya, obat kedaluwarsa semakin mudah dikontrol sehingga akan mengurangi terjadinya pembuangan obat karena kadaluwarsa.
N~2~N Pharma®, sudah dirilis dan dipasarkan. Produk ini adalah salah satu produk yang lolos penjurian tahap II INAICTA 2009 untuk kategori e-business for enterprise. Hidayat berharap dengan diikut sertakannya N~2~N Pharma® pada ajang tersebut, sistem ini akan semakin dikenal dan mendapat pengakuan dari sisi kualitas, keandalan, dan kematangan konsep. ”Kami pun ingin bisa membangkitkan kepercayaan masyarakat terhadap produk-produk kami,” harap Hidayat. [Fitria]















