Pakan Ikan Tanpa Ikan

Teknopreneur.com - Seperti Indonesia, Jerman juga memiliki industri perikanan budidaya yang maju. Sudah menjadi rahasia umum jika kebanyakan ikan yang dibudidaya secara akuakultur, akan diberikan pakan yang  mengandung ikan dari laut.

Forelle—salah satu ikan yang dibudidaya—adalah sejenis ikan predator. Di kebanyakan budidaya kolam, ikan ini mendapat pakan kering, yang terbuat dari tepung ikan laut kecil. Eksploitasi habis-habisan biota laut, memicu para ilmuwan untuk menciptakan budidaya herbivora.

Banyak yang meragukan keberhasilan riset ini. Karena menurut para penangkar ikan, enzim ikan-ikan predator sepertinya akan sulit diubah untuk menjadi pemngkonsumsi protein nabati.

Menanggapi hal ini, Carsten Schulz, peneliti dari perhimpunan budidaya Aquamarine Jerman. Protein biji Rapa, kedelai dan minyak nabati—ini komponen utama pakan vegetarian—akan disukai oleh ikan dan membuat mereka cepat tumbuh besar.

Dalam ujicoba, temanya bukan sekedar pakan yang disukai ikan. Tapi juga kepentingan bisnis. Hanya ikan yang gemuk yang bisa dijual. Carsten Schulz mula-mula mencoba tepung kentang, tapi ikan tidak suka. "Jika sebuah campuran pakan tidak disukai ikan, maka ikan akan tetap menolaknya dalam waktu lama. Kami harus mengumpulkan pengalaman dalam hal ini. Terbukti, ikan memilih kelaparan selama dua bulan, daripada menyantap pakan ujicoba."

Saat ini, ikan percobaan bereaksi amat positif pada pakan yang mengandung biji rapa. Tapi, pakan vegetarian pada sebagian ikan terbukti memperlambat pertumbuhan--artinya ikan juga dipanen lebih lambat. Masalah ini, diharapkan bisa diatasi dalam waktu 15 tahun ke depan. Paling tidak pakan vegetarian ini kelak akan disukai oleh para pembudidaya ikan, karena jauh lebih murah ketimbang tepung ikan.

 

Categories: