Ganti Minyak Tanah, Mahasiswa Buat Briket Sabut Kelapa

Teknopreneur.com - Mahalnya minyak tanah dan gas, dan tidak meratanya pasokan di berbagai daerah. Ternyata hal tersebut membuat mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memutar otak untuk menyiasatinya.

Berbekal limbah sabut kelapa, mereka  jadikan sampah tersebut menjadi bahan bakar yang cukup bermanfaat dan mudah untuk diolah di rumah-rumah. Dewi Purwanti dari prodi kebijakan pendidikan FIP UNY, Putri Utha C dari prodi pendidikan kimia FMIPA, serta Erba Firstananda dan Desi Analisa Nababan dari prodi pendidikan matematika FMIPA UNY.

Tidak sendirian mereka bekerja untuk mengolah limbah sabut kelapa, mereka bekerja sama dengan masyarakat Dukuh Sorogaten II, Karangsewu, Galur, dan Kulon Progo, untuk melakukan pelatihan pembuatan briket dari limbah sabut kelapa sebagai energi alternatif.

"Briket dapat dibuat dari bahan yang mengandung karbon baik organik maupun anorganik. Serabut kelapa dapat dijadikan bahan alternatif pembuatan briket, karena mengandung unsur karbon yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi atau bahan bakar," jelas mereka.

Cara pembuatan briket limbah sabut kelapa tersebut cukup mudah. Pertama-tama, sabut kelapa yang akan dijadikan briket disiapkan, kemudian sabut kelapa tersebut dibakar pada tempat pembakaran berupa drum yang diberi lubang sebagai tempat keluarnya asap pembakaran. Alat dilengkapi dengan pipa pendingin untuk proses kondensasi asap menjadi asap air.

Setelah semua bahan terbakar lalu didinginkan selama satu malam, kemudian ditumbuk agar halus dan diayak. Sementara itu buat cairan perekat dari larutan tepung kanji yang telah dipanaskan, lalu campurkan arang sabut kelapa dengan lem kanji, dengan perbandingan 600 cc lem perekat dan satu kilogram arang sabut kelapa.

Kemudian, cetak adonan sesuai dengan alat cetak atau dengan pipa paralon dan dijemur selama kurang lebih satu hari.

Categories: