3 Finalis Agribiz Challenge Kategori On Farm

Event Agribiz Challenge 2016 telah memasuki tahap final, dan menghasilkan tiga kandidat pemenang dari masing-masing kategori. Berikut pemenang kategori On Farm yang akan mempresentasikan karya inovasinya 8 Desember 2016 di Gedung Kementerian RI Jakarta.

Setelah melalui proses penjurian dengan memperhatikan dan mempertimbangkan aspek orisinalitas dan feasibelitas teknologi, aspek sosial masyarakat dan keberlanjutannya, strategi pemasaran dan pengembangan bisnis, serta ketersediaan pasar atau ceruk bagi produknya maka dewan juri Agribiz Challenge 2016 memutuskan Mertani AiRi, FICO dan Sixplus Agrotech lolos ke tahap final kategori On Farm.

Mertani AiRi,

Tim Mertani (Merapi Tani Instrument) AiRi ini dipunggawai Yustafat Fawzi, Dualim Atma Dewangga, Muhammad Ghufron Mustaqim, Widagdo Purbowaskito dan Andrianto Ansari yang berasal Bantul Yogyakarta.

Mertani membuat teknologi sistem irigasi otomatis untuk pembibitan kelapa sawit yang mengkombinasikan solusi perangkat lunak (artificial intellegence & clouds computing) dengan perangkat keras (wireless sensor & valve, listrik dari tenaga surya/geothermal) yang bekerja secara realtime. Sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanaman, mengurangi biaya tenaga kerja, efisiensi dalam penggunaan air dan menghemat energi dalam upaya menjaga dan melestarikan lingkungan.

Fico (Fingerlings Counter)

Fico adalah alat penghitung benih ikan otomatis untuk segala jenis ikan. Alat ini memproses penghitungan benih ikan secara automatis sehingga dapat mempercepat proses penghitungan, meningkatkan akurasi sehingga berdampak pada penghematan dan peningkatan profit pembudidaya benih ikan. Penghitungan manual yang membutuhkan waktu yang lama dapat membuat benih ikan menjadi stress dan menyebabkan benih ikan mudah terserang penyakit. Dengan desain yang portabel dan hemat listrik, Fico menjadi solusi komplit untuk pembenih ikan. Fico mempermudah pekerjaan para pembenih ikan menjadi lebih produktif.

Anggota tim Fico digawangi oleh IrsanFirmansyah, Nadhomi K. Budiman, dan Ahmad Ghazali R yang berdomisili di Bandung ini siap mempresentasikan karyanya di gedung Kementerian Pertanian Jakarta, Kamis (8/12) besok.

Sixplus Agrotech

Mengusung inovasi yang diberi nama Smart Farming System for Agriculture Industry, tim asal Cimahi yang terdiri dari Fulki Azman F, M. Pahla Pamuga, M. Kautsar Arviandri, Adri Farhana Nugraha dan Irza Aulia Zaim ini menawarkan inovasi pengendalian produksi tanaman dengan metode otomatisasi dan sistem yang terintegrasi. Fungsi utamanya, agar seluruh aktivitas utama produksi dapat dijalankan lebih terukur.

Inovasinya diklaim akan dapat mengefisiensi biaya produksi dikarenakan proses penyiraman akan berjalan secara otomatis sesuai standar yang ditentukan, membuat jadwal panen lebih cepat dari jadwal yang diekspektasikan., membuat kondisi greenhouse pada suhu dan kelembaban yang ideal untuk langkah preventif menanggulangi hama. real time processing membuat data yang diterima lebih akurat dan aktual sehingga pengambilan keputusan terkait proses produksi bisa lebih akurat, kemudahan akses informasi seluruh proses produksi yang langsung dikirim ke web hosting sehingga pengontrolan dapat dilakukan dimana saja, aktivitas produksi yang tercatat otomatis dapat diintegrasikan langsung kepada divisi cost accounting untuk menentukan harga jual yang tepat dan dapat dijadikan patokan terkait alokasi dana yang tepat untuk musim selanjutnya, serta meminimalisir terjadinya human error.

Categories: