Startup founder harus banyak mengeksplorasi mengenai apa yang terjadi di luar sana, bukan hanya di Indonesia.

Teknopreneur.com – YTech 2019, Female Founders with Silicon Valley Mindset adalah program dari US Embassy yang bekerjasama dengan Teknopreneur Indonesia untuk mencari dan membantu membangun startup wanita yang peduli akan permasalahan sosial dan solusinya. Program ini dikemas lewat acara mentoring online untuk para founder wanita. Kemudian para founder akan belajar membangun startup didamping mentor yang mumpuni di bidangnya. Para mentor tersebut antara lain Muhamad Ismail CEO Zahir, Arief Widhiyasa CEO Agate. Serta para founder dan CEO wanita ternama seperti Yunita Anggraini Co Founder Geekhunter, Shinta Nur Fauzia Co Founder Lemonilo, Nilam Sari owner Kebab Baba Rafi dan masih banyak lagi.

Dalam rangkaian Roadshow YTech, setelah mendatangi kota Yogyakarta, selanjutnya YTech hadir di Surabaya. Roadshow diselenggarakan pada hari Kamis 4 April 2019 pukul 14.00 berlokasi di Gerdhu Coneco Surabaya yang dihadiri oleh M. Andy Zaky selaku CEO Teknopreneur Indonesia serta Sharing Session oleh Devina Halim, Investment Associate of East Ventures.

Menurut Devina Halim, untuk mencapai product market incubation yakni satu product market incubation di- invest mulai dari tahap awal dan berapa banyak yang continue untuk dilanjutkan pendanaannya. Biasanya dari east ventures yang berhasil adalah 70% dan kegagalannya sekitar 30%. Startup yang failure biasanya tidak bisa grow dan rata-rata stagnant serta biasanya produk yang gagal berupa vitamin. Kegagalan yang lainnya yaitu bankrupt atau sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh east ventures sendiri.

East ventures fokus pada pendanaan sektor-sektor macam pertanian karena Indonesia merupakan agriculture country dan salah satu sektor utama dalam perekonomian Indonesia. Portfolio yang dimiliki oleh east venturessaat ini ada 150. East ventures setidaknya visit dua kali dalam satu tahun ke perusahaan untuk menjaga hubungan dengan perusahaan agar lebih baik.” Ujar Devina Halim

Keterlibatan East Ventures yaitu biasanya tidak ikut campur dengan daily operations si founder. Dengan kriteria 3P yakni people, product, dan potential market sehingga dapat optimal maka selanjutnya east ventures memperkenalkan dengan beberapa perusahaan yang nantinya akan membantu mengakselerasi dari awal sehingga founder mampu mengeksekusi di akhir profitabilitas.

Sementara CEO Teknopreneur Indonesia, M. Andy Zaky, menyatakan bahwa startup founder harus banyak mengeksplorasi mengenai apa yang terjadi di luar sana, bukan hanya di Indonesia.

“Jadi harus banyak melihat, misalkan apa yang sedang berkembang saat ini di sekitar kita,” ujar M Andy Zaky.

Roadshow Ytech Surabaya juga disambut dengan baik oleh Consul General US Embassy Surabaya, Mr. Mark McGovern. Konjen USA ini menyatakan senang dapat bekerjasama dengan Teknopreneur Indonesia dan para founder startup yang ada di Indonesia. Program ini adalah bukti bahwa hubungan antara Republik Indonesia dengan Amerika Serikat adalah hubungan persahabatan yang erat yang memberikan manfaat positif bagi keduanya.