Kedubes AS Mencari Founder Startup Perempuan Untuk Berangkat ke SIllicon Valley! – Grand Launching YTech 2019

706
Dari Kiri: Hari Sungkari Deputi Infrastruktur of BEKRAF, Heather Variava, Deputy Chief of Mission of US Embassy, Shieny Aprilia, CoFounder of Agate, M. Andy Zaky, CEO Teknopreneur Indonesia

YTech 2019, “Female Founders with Silicon Valley Mindset”.

Pertumbuhan startup di Indonesia saat ini semakin positif. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Teknopreneur Indonesia, saat ini terdapat 992 startup yang tervalidasi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 8,82% di antaranya didirikan oleh founder perempuan. Artinya, dunia startup bukan hanya menjadi domain laki-laki. Kaum perempuan juga terbukti mampu membangun startup dan bersaing memperebutkan pasar yang sama dengan startup-starup lainnya. Untuk itu, Teknopreneur Indonesia bersama Kedubes Amerika Serikat dan Good News from Indonesia menyelenggarakan program YTech yang mengangkat tema “Female Founders with Silicon Valley Mindset”.

Program ini adalah ajang untuk menemukan founder startup muda wanita Indonesia dengan cara pandang ala “Silicon Valley” yang mau dan mampu untuk memberikan solusi digital untuk permasalahan sosial. YTech sendiri menurut CEO Teknopreneur Indonesia M Andy Zaky selaku penyelenggara YTech sebagaimana yang dijelaskan dalam ceremony pembukaan YTech 2019, adalah mencari founder yang muda dan mampu menjawab problematika yang ada.

“Y-Tech, Y disini ada dua makna. Pertama adalah Young, jadi kita ingin cari para founder muda. Yang kedua adalah Y (Why)? Jadi kita ingin cari startup yang bisa memberika solusi dan menjawab problem yang ada” jelas Andy Zaky.

Acara ini mendapat apresiasi yang sangat bagus dari pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia. Menurut wakil Duta Besar AS, Heather Variava tema YTech kali ini sangat bagus. Heather sangat senang dan berharap peran perempuan dalam dunia startup meningkat.

“Saya sangat senang bahwa tahun ini YTech akan fokus pada pemberdayaan perempuan dengan memastikan bahwa setiap tim yang berpartisipasi memiliki co-founder perempuan”

Selain itu dalam sambutannya pada acara Grand Launching YTech yang diselenggarakan di @america Pasific Place Jakarta, Heather juga memberikan sambutan tentang perayaan 70 tahun hubungan antara Amerika Serikat dan Indonesia.

“Tahun ini kita merayakan 70 tahun hubungan antara Amerika Serikat dan Indonesia dan kita tampilkan berbagai tempat, cerita dan mimpi yang menunjukan kemitraan luas antara Amerika Serikat dan Indonesia, program seperti YTech menunjukan bidang penting kemitraan kita yaitu ekonomi digital. Kedutaan Besar Amerika Serikat merasa sangat senang dapat terus mendukung program yang menarik ini yang akan mempertemukan para entrepreneur muda (young entrepreneur) terbaik Indonesia dan membantu melaksanakan visi mereka dalam mengatasi beberapa tantangan mendesak saat ini dengan menggunakan solusi inovasi digital. Melalui program seperti YTech, kita berbagi gagasan praktik terbaik serta meningkatkan kemitraan Amerika Serikat – Indonesia dalam bidang teknologi.”

Sementara itu Deputi Infrastruktur BEKRAF, Hari Santosa Sungkari dalam sambutannya menegaskan bahwa membuat startup bukan sekadar untuk mencari investasi, tapi mencari market dan keuntungan.

“Its nice to be here, ini kali kedua saya di acara YTech, tahun lalu juga saya diundang menjadi mentor. Membuat Startup itu tujuannya bukan mencari investasi, pertama mencari market dan profit, that’s businessman. Untuk itu, BEKRAF mempunyai banyak program seperti BEKRAF for pre-startup, Go Startup Indonesia, BEKRAF Insentif program, dan pendaftaran HAKI gratis,” papar Hari.

Masih dalam rangkaian acara Grand launchingnYTech 2019, Shieny Aprilia, Co-Founder wanita dari Agate, startup pengembang video game dari Bandung yang merupakan salah satu Perusahaan Game terbesar di Asia Tenggara. Dalam sharing-nya, Shieny menceritakan awal membuat perusahaan game tersebut sampai lika-likunya.

“Kita berawal dari gamers semua, terus kita ngerasa bahwa kenapa sih orang Indonesia cuma bisa main doang? Kenapa ga bisa bikin game juga? Akhirnya kita pengen bikin game, terus ikut kompetisi ,terus kalah sih, terus kita berkali-kali ikut kompetisi dan akhirnya bikin perusahaan game. Se-simple itu” jelas Shieny pada awal Sharing Session.

YTech dikemas program mentorship bersama para mentor yang sudah berpengalaman seperti Muhamad Ismail CEO Zahir, Arief Widhiyasa CEO Agate, Igusti Manik CEO Rockliffe Indonesia, juga akan ada sesi kelas online Bersama para teknopreneur wanita seperti Yunita Anggraeni CoFounder Geekhunter, Shinta Nurfauzia CEO Lemonilo, Nilam Sari Owner Baba Rafi dan masih banyak lagi.

Ikuti program YTech di www.ytech.id dan ikuti keseruan program ini di sosial media Instagram @ytech.id