Fintech Berkembang, 2018 Lampaui Target

824
Jika melihat angka penyaluran dana pinjaman lewat Fintech, pada 2018 lalu mencapai angka Rp22,67 triliun. Sementara tahun 2017, baru mencapai Rp2,56 triliun dan pada 2016 tercatat hanya Rp284 miliar. Padahal sebelumnya, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) telah menargetkan penyaluran pinjaman Fintech Lending sebesar Rp20 triliun pada 2018. Ternyata pada kenyataannya relisasi di 2018 justru melapaui target.

Teknopreneur.com – Setelah banyak disalah pahami sebagai renternir online, jumlah pinjaman dari layanan Fintech terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini membuktikan bahwa prospek startup keuangan di Indonesia sangat bagus, wajar jika masih banyak antrian perusahaan Fintech yang mengurus perizinan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sampai dengan 21 Desember 2018, Fintech lending terdaftar dan berizin di OJK telah mencapai 88 perusahaan, terdiri dari 87 Fintech terdaftar dan satu Fintech berizin. Dari jumlah 87 yang terdaftar, disebutkan oleh OJK ada 22 Fintech yang tengah mengajukan permohonan perizinan.

Jika melihat angka penyaluran dana pinjaman lewat Fintech, pada 2018 lalu mencapai angka Rp22,67 triliun. Sementara tahun 2017, baru mencapai Rp2,56 triliun dan pada 2016 tercatat hanya Rp284 miliar. Padahal sebelumnya, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) telah menargetkan penyaluran pinjaman Fintech Lending sebesar Rp20 triliun pada 2018. Ternyata pada kenyataannya relisasi di 2018 justru melampaui target.

Untuk tahun 2019 sendiri, dikutip dari Kontan.co.id, AFPI menargetkan penyaluran pinjaman oleh Fintech Lending pada 2019 bisa mencapai Rp 40 triliun. “Setidaknya dua kali dari pertumbuhan tahun ini,” kata Ketua AFPI Adrian Asharyanto Gunadi. Target AFPI ini mendapat tanggapan positif dari pihak OJK, Direktur Pengaturan, Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Hendrikus Passagi mengatakan, target penyaluran pinjaman fintech tahun ini cukup moderat. “Target yang sangat moderat,” kata Hendrikus.  Semoga ini menjadi pertanda baik bagi perkembangan bisnis Fintech di Indonesia. Redaksi