Cegah Hoax, Mulai Hari Ini Whatsapp Batasi Pesan Terusan

293
Menurut Victoria Grand, Kebijakan tersebut diambil sebagai upaya WhatsApp untuk mengurangi viralnya hoax atau berita bohong yang ada di platform-nya.

Teknopreneur.com – Sebagaimana jadi rahasia umum, berita hoax banyak beredar melalui aplikasi pesan instan Whatsapp melalui fitur terusan. Pesan yang berasal dari antah berantah dengan berita yang tidak bisa dipertanggung jawabkan bebas beredar dari grup ke grup dari ponsel ke ponsel. Bahkan banyak yang membagikan tanpa terlebih dulu membacanya—yang penting aktif. Namun mulai hari ini kejadian seperti itu tidak akan terjadi lagi. Karena mulai hari ini, WhatsApp resmi menerapkan kebijakan baru, yaitu membatasi jumlah forward chat sebanyak lima kali saja.

Sebagaimana diungkapkan langsung oleh VP Public Policy and Communications WhatsApp Victoria Grand saat bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara pada Senin sore (21/1/2019). Sementara Chief RA (sapaan akrab Menkominfo) menjelaskan bahwa kebijakan Whatsapp ini sudah dibicarakan sejak beberapa bulan silam.

“(Fitur forward ini) untuk mengurangi potensi viralnya hoaks. Ini sebetulnya kami bicarakan sejak September tahun lalu. Kemudian dua bulan terakhir sudah dilakukan uji coba beta,” jelas Rudiantara dalam keterangan pers yang dilakukan.

Sebenarnya bagi Whatsapp sendiri ini bukan kebijakan yang baru, karena sebelumnya telah dilakukan hal yang sama di India. Menurut Victoria Grand, Kebijakan tersebut diambil sebagai upaya WhatsApp untuk mengurangi viralnya hoax atau berita bohong yang ada di platform-nya. Pembatasan jumlah forward chat ini tidak hanya berlaku di Indonesia, tapi juga seluruh dunia.

“Kami telah menguji coba di seluruh dunia sejak musim panas sekitar bulan Juli atau Agustus lalu. Yang kami lihat adalah perilaku meneruskan pesan turun 20 persen sejak diimplementasikan sejak musim panas lalu”, papar Victoria.

Victoria juga menjelaskan secara teknis bahwa cara kerja fitur ini hanya membatasi pesan “forward” dalam satu kali pengiriman, bukan membatasi penerusan pesan dalam satu hari. “Kami sudah melakukan banyak riset dan menemukan bahwa lima kontak adalah angka yang tepat”, jelas Victoria. Mengenai jumlahnya sendiri, Menkominfo tak mempermasalahkan maksimal lima kontak. Menurutnya, jumlah ini sudah efektif untuk menekan peredaran pesan berantai. Redaksi