Inovasi Atasi Plastik, Dari Energi Hingga Infrastruktur

286
Dalam catatan Teknopreneur, ada beberapa inovasi dalam negeri yang layak dijalankan oleh pemerintah atau lembaga lainnya. Selain menjadi solusi atas persoalan limbah plastik, inovasi-inovasi ini juga memiliki manfaat ekonomi yang bisa memberikan keuntungan bagi industri. gambar : iema.net

Teknopreneur.com – Sampah plastik merupakan persoalan serius yang harus ditangani. Selain sulit hancur di alam, limbah ini juga menimbulkan pencemaran pada tanah dan air, yang ujungnya mengancam tatanan ekosistem lingkungan. Indonesia sudah dikenal sebagai negara nomor dua terbesar pembuang sampah plastik ke lautan setelah China. Video tentang sampah plastik di laut Bali sudah viral dan disaksikan oleh masyarakat dunia. Butuh solusi yang tepat untuk menangani limbah plastik ini, karena berbeda dengan sampah kompos yang mudah untuk didaur ulang oleh tanah, sampah plastik memakan waktu yang sangat lama hingga puluhan tahun untuk bisa dijadikan kompos. Meski begitu, masalah ini mungkin dapat terselesaikan dengan adanya beberapa inovasi yang menggunakan sampah plastik sebagai bahan utamanya.

Solusi recycle, reuse, dan reduce dalam skala kecil telah dilakukan oleh masyarakat melalui kelompok-kelompok kecil seperti memanfaatkan kemasan plastik bekas penganan dan minuman untuk diolah menjadi kerajinan tangan. Juga mengganti penggunaan kantos plastik dengan kantung awet pakai yang berumur panjang. Namun solusi ini skalanya masih terlalu kecil untuk menjawab tantangan limbah plastik di Indonesia. Dalam catatan Teknopreneur, ada beberapa inovasi dalam negeri yang layak dijalankan oleh pemerintah atau lembaga lainnya. Selain menjadi solusi atas persoalan limbah plastik, inovasi-inovasi ini juga memiliki manfaat ekonomi yang bisa memberikan keuntungan bagi industri.

Aspal Plastik Yang Ciamik

Indonesia tengah giat membangun infrastruktur juga sukses memanfaatkan limbah plastik untuk membangun jalan. Adalah Sentra Teknologi Polimer BPPT yang berhasil mengolah limbah plastik sebagai bahan campuran untuk aspal jalan. Bahan campuran aspal tersebut diambil dari teluk Jakarta, dibersihkan, dan dicacah sehingga menjadi bijih plastik oleh mitra pemasok.

setelah itu baru kemudian bijih plastik diolah dan dicampurkan dengan aspal di Sentra Teknologi Polimer BPPT. sebelumnya, proses ini telah diuji cobakan oleh PT Jaya Konstruksi agar sesuai dengan kebutuhan standar kualitas pembangunan jalan.

Setelah karakter campuran tercapai, aspal plastik diproduksi PT Jaya Konstruksi. Hasil produksi aspal plastik inilah yang digunakan pada jalan yang sudah disiapkan Bina Marga DKI Jakarta. Proses ini menggunakan semua jenis sampah plastik yang tidak bisa didaur ulang. Rangkaian proses ini juga lebih ekonomis karena menghemat 6,5 persen dari jalan yang biasa dibuat dengan aspal murni.

Tercatat selama 2017, penerapan aspal dicampur plastik diuji coba di Universitas Udayana Denpasar pada jalan sepanjang 670 meter, dengan serapan limbah plastik sebanyak 140 ton. Uji coba juga dilakukan di Jalan Sultan Agung Bekasi sepanjang 650 meter, dan menyerap limbah plastik 4,5 ton. Begitupula di Jalan Dakota Moras Makassar yang menyerap limbah plastik 150 kg untuk jalan sepanjang 100 meter. Lalu di Jalan Gempol-Bangil Surabaya sepanjang 1.100 meter, dengan serapan limbah plastik 3 ton. Kemudian di ruas jalan tol Tangerang-Merak sepanjang 90 meter, dengan 150 ton aspal bercampur plastik.

Paving Blok Istimewa Dari Purbalingga

Inovasi ini bukan berasal dari kampus atau lembaga riset, tapi dari warga masyarakat biasa. Adalah Karsin warga Desa Jetis Purbalingga, Jawa Tengah yang berhasil membuat sebuah inovasi dengan menggunakan sampah plastik yang dapat digunakan oleh orang banyak. Karsin berhasil membuat  paving dari limbah plastik yang kekuatannya tak kalah dengan paving berbahan beton. Karsin sendiri telah membuktikan kekuatan produk terobosannya ini sangat kuat bahkan ketika diuji coba dengan dilindas truk berbobot 13 ton.

Berawal dari musibah yang membuatnya tidak bisa bekerja, Karsin memanfaatkan limbah plastik yang banyak disekitarnya untuk membuat sesuatu yang bisa bernilai jual. Uji coba pertama yang dilakukan adalah dengan memanaskan limbah plastik lalu dicetak menjadi genting. Menurut Karsin uji coba genting plastiknya belum sukses karena setelah digunakan hanya mampu bertahan selama dua tahun.

Tak patah semangat, Karsin justru mendapatkan ide untuk mencoba menjadikannya paving block dan usahanya berhasil dengan berbagai uji coba. Salah satunya adalah ketika ia melindaskan paving blok tersebut memakai truk tebu berbobot 13 ton dan hasilnya paving blok-nya tidak berubah setelah dilindas.

2 Kilogram = 2,2 liter BBM

Inovasi yang satu ini bukan hanya menjadi solusi bagi persoalan limbah plastik, tapi juga masalah  bahan bakar yang bisa membuat Negara menjadi bangkrut. Pada juli 2018 lalu tim dari UGM Yogyakarta menjadi juara dunia lomba inovasi teknologi yang diselenggarakan di London, Inggris. Tim yang beranggotakan Thya Laurencia Benedita Araujo, Herman Amrullah dan Sholahudin Allayubi berhasil menjadi bintang dalam kompetisi yang bertajuk “Shell Ideas 360” itu. Mereka sukses melalui konsep mobil pintar berbahan bakar limbah plastik.

Menurut Thya seperti yang disampaikannya pada media, Ide ini muncul di tengah ramainya pemberitaan bahwa Indonesia adalah produsen sampah plastik terbanyak kedua di dunia setelah Cina.

“Kita menyayangkan masalah plastik di Indonesia yang tidak termanajemen dengan baik. Jadi kita punya ide, mengapa kita tak mengubah sampah plastik menjadi energi sekaligus membantu kekurangan energi di Indonesia,” lanjut Thya.

Namun harus diakui, pengolahan sampah sebagai sumber energi bukanlah hal baru. Tapi yang membedakan inovasi mereka dengan inovasi sejenis yang telah ada sebelumnya inovasi ini tidak lagi membutuhkan energi tambahan untuk mengolah limbah.

“Upaya untuk mengonversi limbah kan sudah banyak. Tapi mayoritas menggunakan LPG untuk membakarnya. Nah, kami punya ide dengan mengonversi sampah plastik itu memakai gas buangan knalpot, jadi gratis,” cerita Herman.

Berdasarkan pembuktian yang mereka lakukan, gas buang knalpot mobil yang suhunya bisa melewati 400 derajat selsius, cukup untuk melakukan pembakaran. Selain itu, teknologi yang mereka konsepkan juga memiliki alat penyerap karbondioksida dari knalpot sehingga polusi pun dapat ditekan. Berdasarkan konsep yang mereka buat, sebanyak dua kilogram sampah plastik bisa diolah menjadi 2,2 liter BBM. Dan plastik yang bisa digunakan adalah botol-botol ataupun plastik bening. Redaksi