Mulai Dilirik Sejumlah Negara Besar, Indonesia Mampu Serap 55.903 Karyawan di Bidang Startup

Teknopreneur.com—Indonesia kini mulai diperhitungkan oleh sejumlah negara besar di dunia, khususnya di wilayah Asean. Ini disebabkan 7 startup unicorn di Asean terhitung 4 diantaranya ada di Indonesia, yang jumlah valuasi binis mereka diyakinkan akan terus bertambah seiring demand market mereka selalu mengalami tren positif dari tahun ke tahun.

Di Indonesia 4 startup unicorn tersebut adalah Bukalapak, Tokopedia, Gojek, dan Traveloka. Dari segi kebutuhan on demand secara umum mereka telah menguasai hampir 90 persen market mereka masing-masing. Terlebih, bantuan suntikan funding dari sejumlah investor lokal maupun internasional mampu meng-capital semua lini bisnis yang ada.

“Kita ini urutan ke-5 terbesar di dunia untuk urusan startup. Kita juga punya 4 unicorn dari 7 unicorn yang ada di Asean. Ini karena startup kita tak banyak regulasi. Proses perizinan harus berubah dan jangan menyulitkan, namun harus memfasilitasi agar bisa mempermudah bagi mereka khususnya di generasi milenial” ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara saat menyikapi 4 startup unicorn mulai banyak dilirik oleh para investor.

Namun dengan status “Mulai diperhitungkan” tersebut apakah dapat memberi dampak positif terhadap persoalan keterserapan tenaga kerja nasional. Untuk menjawabnya, survei  Mapping dan Database Startup 2018 yang dilakukan oleh MIKTI menyebut, untuk keterserapan tenaga kerja di sektor bisnis startup mencapai 55.903 karyawan dari jumlah penduduk Indonesia saat ini.

Dari survei itu juga diketahui seberapa banyak jumlah karyawan untuk setiap startup yang ada, hasilnya 81,59 persen di dominasi  kurang dari 50 karyawan. Kemudian selebihnya, untuk jumlah karyawan 50-200 karyawan 12,38 persen, 201-500 karyawan 4,13 persen, dan lebih dari 500 karyawan hanya 1,90 persen.

Maka jika melihat data tersebut, untuk mengakui Indonesia “Mulai diperhitungkan” nyatanya sah-sah saja, namun dengan catatan dari segi jumlah karyawan setiap startup harus ditingkatkan. Terutama untuk kategori jumlah karyawan lebih dari 500 karyawan yang masih terhitung jumlahnya, dan hanya dimiliki oleh kalangan startup besar.

Masih dari hasil survei yang sama, juga dapat dilihat bahwa rata-rata jumlah karyawan berdasarkan skala usaha. Skala usaha kategori besar dapat menyerap karyawan lebih baik, yakni sebanyak 846 karyawan. Lalu sisanya, untuk skala usaha mikro rata-rata hanya mampu memiliki 6 karyawan, kecil 14 karyawan, dan menengah 56 karyawan.

Pemerintah dalam hal ini memang perlu upaya lebih untuk mendatangkan para investor demi kesuburan startup nasional. Mengingat dari segi kualitas sumber daya nasional (SDM) di bidang startup, rupanya 80,32 persen ada di jenjang pendidikan S1.