Game Lokal DreadOut Mulai Gaet Konsol Selain PC dan Eksis di Dunia Perfiman, Dok: Techinasia

Teknopreneur.com—Game besutan Digital Happines bertajuk DreadOut dikabarkan bakal dikemas dalam bentuk platform konsol selain PC.

Game bergenre horor tersebut dikenal masyarakat cukup apik dalam pengemasan cerita, untuk itu CEO Digital Happines Rahmat Imron mengaku tertarik untuk mengembangkan game lokal untuk bisa dinikmati secara masal.

“Pengennya kita mau (merambah) ke konsol dulu sih” ujar Imron melalui Tribun, pada (3/1/2019)

Namun sayangnya jenis apa saja konsol yang maksud, Imron tak menjelaskan secara pasti. Tapi ia sempat menyebut saat ini geme DreadOut bakal hadir di konsol Nintendo Switch dan PlayStation 4 (PS4).

Disamping itu Imron sempat mengeluh adanya kesulitan, diantaranya kurangnya ketersediaan Software Devlopment Kit (SDK) konsol untuk mengembangkan game DreadOut ini. Sebagai Informasi, SDK merupakan satu set aplikasi bagi para developers untuk memungkinkan sebuah software dapat berjalan di dalam sebuah konsol tertentu.

Tak hanya itu, pengembang game pun harus menarik publisher asing atau segera membuat kantor di luas Indonesia yang sudah jelas ketersedian SDK tersebut. “Beberapa developer game asal Indonesia seperti Toge Production dan Agate sudah merambah ke konsol, seperti Switch dan PS4, karena mereka memang pake publisher dan set-up company di luar” tambahnya.

Walaupun demikian Digital Happines masih akan tetap konsisten untuk menggarap game DreadOut dengan menunggu SDK konsol terkait resmi di Indonesia.

Dari Game Menuju Layar Lebar

Setelah sukses menarik perhatian masyarakat game bergenre horor DreadOut juga mulai mencoba untuk merambah di dunai layar lebar denga judul DreadOut the Movie.

Siapa sangaka jika salah satu distributor game online Indonesia pun belakangan ini mulai tertarik dengan dunia perfilman. Munculnya DreaOut the Movie menjadi suatu tanda bahwa alur cerita game dapat dapat dikemas untuk berbisnis di dunia film.

“Ini merupakan langkah baru Lyto untuk terlibat langsung dalam sebuah produksi film” ungkap Ceo Lyto, Andi Suryanto mengutip KompasTekno, Kamis (3/1/2019).

Menurutnya keterlibatan Lyto ini tak lain dikarenakan DreadOut the Movie diangkat berdasarkan alur cerita video game.  Ia juga berharap kedepan Lyto bisa berkolaborasi lebih jauh lagi di dunia perfilman entah itu di tingkat lokal maupun internasional.

“Saya sangat antusias, akhirnya setelah sekian lama game DreadOut diangkat ke layar lebar. Dan saya yakin DreadOut the Movie akan sukses” sambung Imron.

Latar belakang Game DreadOut sendiri diketahui pertama kali rilis di tahun 2014, dan sudah tersedia di platform popular. Dengan model cerita tentang sekumpulan anak SMA yang pergi ke sebuah daerah angker dan menemui berbagai hal yang mengerikan.