Database Startup Indonesia 2018
Kami menemukan fakta bahwa belum ada acuan valid mengenai data startup di Indonesia, karena itu MIKTI berinisiatif melakukan pendataan dan verifikasi. Kami berharap keberadaan database ini dapat mejadi acuan awal semua pihak untuk pengembangan startup

Teknopreneur.com–Perilisan database startup Indonesia tahun 2018 yang dilakukan oleh Mikti dan Bekraf, telah menunjukan bahwa sebaran startup nasional saat ini terverifikasi sebanyak 960 startup.

Alasan perilisan database tersebut disebabkan sampai saat ini Indonesia sama sekali belum memiliki acuan database khusus dan terpercaya mengenai list startup yang ada.

“Kami menemukan fakta bahwa belum ada acuan valid mengenai data startup di Indonesia, karena itu MIKTI berinisiatif melakukan pendataan dan verifikasi. Kami berharap keberadaan database ini dapat mejadi acuan awal semua pihak untuk pengembangan startup,” papar Ketua Umum MIKTI, Joddy Hernady, di acara World Conference on Creative Economy (WCCE), Selasa (6/11/2018).

Menurutnya ini adalah cara untuk mengetahui seperti apa sebaran startup yang sudah berbadan hukum, ataupun mereka yang sudah memiliki produk digital. Yang kemudian nantinya akan berdampak pada pertumbuhan positif untuk industri kreatif digital.

Sementara untuk sebarannya, database startup itu menyebut, untuk industri digital yang bergerak di kategori bidang lainnya saat ini terhitung telah mencapai 533 startup. Pengkategorian bidang “Lainnya” ini dikarenakan untuk meringkas bidang-bidang seperti e-Education, IoT, Software House dan industri kreatif lain.

Di urutan kedua, industri digital di bidang e-Commerce juga cukup jadi pilihan favorit. Itu terlihat dari jumlahnya yang mencapai 353 startup atau sekitar 36,84 persen dari persentase keseluruhan. Namun sisanya, seperti startup di bidang Game dan Fintech dalam hal ini belum menunjukan pertumbuhan yang lebih baik. Itu ditunjukan dengan akumulasi jumlah startup di bidang Game dan Fintech masing-masing hanya 21 dan 53 startup.

Menyikapi hal tersebut Deputi Badan Ekonomi kreatif Indonesia Hari Santosa Sungkari menjelaskan, database startup ini merupkan bahan awal untuk pembangunan ekosisitem startup nasional. Dengan diketahuinya sebaran data ini, setidaknya akan lebih mudah dalam menyiapkan Incubator dan Accelerator, serta telenta apa saja yang ada di daerah tertentu. Yang nantinya akan berdampak pada efisiensi penerapan investasi dan kebijakan pemerintah.

“Tugas Pemerintah adalah membangun lingkungan ekonomi yang kondusif, dalam hal ini adalah sejalan dengan Misi Badan Ekonomi Kreatif, yaitu “Membangun Ekosistem dan Memberdayakan Pelaku Ekonomi Kreatif” ucapnya.

Selain itu, Hari juga menegaskan bahwa membentuk jaringan mentor juga penting dilakukan untuk pendampingan bagi startup baru untuk menyelesaikan salah satu masalah utama di bidang digital adalah ketersediaan dan peningkatan kualitas talenta. (Wes)