PT Pos Indonesia

Teknopreneur.com—Salah satu unit Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pos Indonesia saat ini diketahui telah meluncurkan beberapa produk layanan logistik baru yang bertujuan untuk menjawab tantangan bisnis di era digital. Produk yang diluncurkan merupakan bagian dari sistem pambayaran online yang melibatkan mitra agen pos.

Deretan layanan baru tersebut diantaranya adalah M-Agenpos, Agenpos B2B Kurir, Agenpos B2B Layanan keuangan, dan Contact Center Oranger.

Seperti yang dijelaskan Direktur Komersial Pos Indonesia Charles Sitorus, deretan produk yang dikeluarkan saat ini merupakan langkah digitalisasi dari seluruh unit bisnis yang ada. Menurutnya upaya ini akan memberikan dampak positif, lantaran angka pertumbuhan bisnis e-Commerce diprediksi akan jauh lebih berkembang.

“Besar sekali potensinya, karena e-Commerce masih tumbuh besar,” kata Charles, Kamis (11/10).

Jika dilihat jumlah pengguna internet dan Smartphone yang selalu meningkat di setiap tahunnya, layanan M-Agenpos diyakinkan bisa beradaptasi lebih baik dan mampu menghadapi inklusi digital. Dengan didesain khusus untuk pengguna Smartphone, layanan payment seperti pembayaran tagihan listrik, air bersiih, tiket pesawat hingga kereta api, dapat meminimalisir masyarakat datang ke kantor pos.

Sementara Agenpos B2B berjenis layanan jasa keuangan, merupakan pengembangan kemitraan Channel Pospay di tahun 2002. Dimana One Stop Service Biller awalnya  merupakan pola bisnis mitra pos jasa keuangan, yang menghubungkan konsumen dengan agen pos untuk pembayaran tunai.

Ia juga menjelaskan, dengan kemajuan teknologi digital nantinya pembayaran transaksi akan melalui metode non tunai atau melakukan payment dengan Smartphone.

“Jadi dulunya manual kini sudah mobile” lanjutnya.

Kemudian untuk produk Contact Center Orange adalah layanan pengambilan barang gratis yang disediakan Pos Indonesia untuk mendukung pertumbuhan e-Commerce. Charles mengklaim upaya ini sangat membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tak perlu memikirkan biaya penjemputan barang seperti jasa pengiriman pada umumnya.

Tak hanya itu, salah satu unit usaha BUMN ini juga rajin menjalin relasi bisnis. Itu terlihat saat Pos Indonesia mengaku telah menggandeng PT Kioson Komersial Indonesia untuk pegembangan produknya.

Direktur Kioson Bernard Martin menjelaskan, bahwa bisnis yang sudah dilakukan telah merencanakan 600 titik Pos untuk pengambilan barang UMKM, dengan sebaran 35 ribu titik UMKM aktif.

“Sesuai dengan yang ditargetkan Pos Indonesia, semua aman dan tepat waktu” ucap Martin