Teknopreneur.com—Setelah hampir empat hari pasca gempa berkekuatan 7,4 SR mengguncang Palu di Sulawesi Tengah pada Jumaat (28/9), terpantau baru Senin (1/10) aktivitas jaringan komunikasi bisa diakses diantaranya adalah aktivitas penerbangan di Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie, jaringan perbankan, dan internet bisa digunakan walau masih belum maksimal.

Guna membantu upaya evakuasi di wilayah bencana setempat, Lintasarta bersama Kominfo melalui Badan Aksesibilitas Teknologi Informasi (Bakti) memberikan fasilitas jaringan internet tambahan berupa antena penerima sinyal dari satelit (VSAT) yang bertempat di dua posko utama. Yakni, Korem 132 Tadulaku, dan Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tengah.

“Saat ini aktivitas kita masih terkonsentrasi di dua sentral yakni Sentral Masomba dan Palu Barat, kemudian dua Posko Utama, dan lokasi bandara. Hal ini dikarenakan kondisi listrik yang masih padam dan keterbatasan bahan bakar solar,” ungkap Baginda P.S, Senior Manager Sulampua Area Lintasarta, Selasa (2/10/2018).

Gempa yang cukup kuat memporak-porandakan Kota Palu dan Kabupaten Dongala, yang kemudian disusul gelombang tsunami setinggi 2-6 meter, bertitik pusat pada kedalaman 10 Km dan berjarak 27 Km dari Dongala, Sulawesi Tengah.