Momen Foto Bersama Saat Seminar Cyber Security Selesai

Teknopreneur.com–Universitas Budi Luhur (UBL) melalui Seminar Cyber Security mencoba menelaah lebih jauh seberapa besar kebutuhan tenaga Cyber Security pada perkembangan teknologi digital saat ini.

Menurut survei oleh International Information System Security Certification Consortium, untuk wilayah Eropa diperkirakan kekurangan 350.000 SDM Cyber Security pada 2022. Kemudian di Negara Belanda untuk 2019 juga membutuhkan 10.000 tenaga Cyber Security.

Menyikapi hal tersebut Rektor Universitas Budi Luhur Prof. Didik Sulistyanto menjelaskan, bahwa jika melihat kebutuhan tenaga Cyber Security yang cukup besar. UBL memiliki potensi dan kesempatan yang baik untuk action, terlebih UBL telah berupaya melakukan kerjasama dengan Universitas Den Haag Belanda untuk merencanakan Satelite Campus di tahun 2019.

“Persiapan sudah kami lakukan di tahun ini (2018 ) dengan pengiriman mahasiswa FTI UBL untuk magang di Belanda. UBL telah mendirikan Center of Excellence Cyber Security dan Big Data yang disiapkan untuk mendukung Satelite Campus UBL,” ucap Didik, Jumaat (28/9/2018).

Ia menambahkan dari besarnya kebutuhan akan tenaga Cyber Security khusus di wilayah Eropa ataupun Belanda, dalam hal ini UBL berperan aktif menyiapkan mahasiswanya melakukan magang hingga bekerja sebagai karyawan tetap melalui Joint Degree antara UBL dengan Universitas di Den Haag Belanda.

“Kami telah menyiapkan mahasiswa-mahasiswa untuk kebutuhan cyber Security untuk pasar Eropa, khususnya di Belanda. Sejak awal kebutuhan tersebut, UBL berperan aktif sejak tahun 2018 ini. Harapannya dengan kesiapan tersebut, mahasiswa UBL nantinya bisa mengisi kebutuhan tenaga Cyber Security yang dibutuhkan,” tutupnya.