Incubaby Solusi Teknologi Untuk Mengurangi Angka Kematian Bayi Dunia

Teknopreneur.com—Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tingginya angka kematian bayi dalam skala global yang mencapai 2.6 juta per bulan, telah menunjukan bahwa di era perkembangan digital kini masyarakat belum begitu sadar akan pentingnya kesehatan bayi pasca kelahiran.

Terlepas dari persoalan kehendak Tuhan, fenomena kematian pada Ibu hamil juga tidak sedikit ditemui. Dimana sebagian besar hal tersebut disebabkan ganguan penyakit dan keterbatasan alat medis, dan sering ditemukan di negara-negara berkembang seperti di negara Afrika, dikarenakan layanan kesehatan yang kurang.

Minimnya fasilitas dan layanan kesehatan, membuat para peneliti di Nest360 Institute for Global Health, Houston, berupaya untuk mengurangi jumlah kematian bayi yang baru lahir di Sub-Sahara Afrika dengan menyediakan peralatan medis yang layak untu di kawasan tersebut.

Dalam hal ini seorang Fellow Rice 360 Institute for Global Health Sonia Sosa menyebutkan, khusus untuk rumah sakit di Malawi ia merasa sulit bekerja disana. Namun itu tak membuatnya patah arang, justru ia merasa tertantang untuk bisa bekerja keras untuk menyediakan layanan kesehatan yang mudah diakses untuk mereka.

Sonia merupakan salah satu orang yang sedang mengembangkan perangkat teknologi Incubaby. Incubaby adalah Box bayi hangat seperti inkubator, kelebihan alat tersebut ialah membantu bayi yang paling rentan “kematian” di rumah sakit Sub-Sahara khususnya di wilayah Malawi.

“Bayi-bayi sangat kecil yang baru lahir kurang mendapat akses ke teknologi yang minimal sekalipun,” ungkap Yvette Mirabal salah satu rekan Sona Sonia.

Menurutnya saat ini sudah ada 17 teknologi yang teridentifikasi mampu mengatasi seban kematian bayi di Afrika, yakni hanya dengan biaya ratusan Dolar saja pihaknya mampu menciptakan solusi kuat,hemat, dan mudah dirawat.

Seorang Fellow lainnya Jack Wang pun mengkritisi bahwa bantuan medis yang diterima di wilayah Malawi tidak selalu bermanfaat.

“Kebanyakan perangkatnya adalah sumbangan dari negara-negara maju dan tidak cocok disana. Orang-orang menggunakannya dengan berbeda, meletakkannya di tempat yang tidak semestinya dan kalau rusak, tidak ada suku cadang,” terang Jack.

Sehingga perangkat yang ada kini hanya tertimbun debu dan kemudian tak berguna lantaran tidak cocok dengan lingkungannya. Maka hal itulah yang melatar belakangai para peneliti mengembangkan alat yang bisa mengawasi suhu tubuh dan tingkat pernapasan bayi sekaligus.