Direktur Virtus Technologi Indoensia Cristian Atmadjaja, Mebuka Acara Virtus Showcase 2018 di Hotel Mulia, Jakarta.

Teknopreneur.com—Memasuki generasi industri ke-4, istilah Internet of Things (IoT) marak diperbincangkan di beberapa tahun belakangan ini. Terlebih, setelah Presiden Republik Indonesia Jokowi agresif mencanangkan revolusi industri 4.0.

IoT yang pada dasarnya ialah sistem kecerdasan komunikasi Device Machine-to-Machine (M2M), membuat pengusaha yang terdiri dari berbagai bidang industri mulai melirik IoT sebagai celah bisnis ataupun sebagai alat bantu analisa data.

Menyikapi hal tersebut Direktur Virtus Technologi Indonesia Christian Atmadjaja menjelaskan, bahwa semakin intesifnya penggunaan IoT yang diiringi dengan perkembangan perangkat pintar, kedepannya para pelaku bisnis ataupun pemerintah akan ditantang bagaimana memproses serta menganalisis data yang diperoleh oleh IoT tersebut.

“Seiring dengan menjamurnya perangkat pintar dan semakin intensifnya penggunaan IoT oleh bisnis dan pemerintah, jumlah data yang akan diproses juga akan melonjak. Hal ini akan menimbulkan tantangan bagaimana kita dapat memproses dan menganalisis data dengan benar” ucap Christian saat membuka acara Virtus Showcase 2018, di Hotel Mulia, Jakarta, 5 September 2018.

Menurutnya ditambah lagi dengan kehadiran teknologi baru seperti Artificial Intellegence (AI) dan Mechine Learning akan mampu membantu IoT mendapatkan hasil perhitungan akurat. Sehinga pemanfaatan perangkat atau Use Case melalui interaksi dengan manusia dan lingkungan, juga dapat dilakukan dengan lebih cerdas.

“Profesional bisnis yang hadir dapat belajar bagaimana mengkolaborasikan IoT dan AI untk menghadirkan benefit sesuai dengan Goal  perusahaan dan bagaimana cara mengatasi tantangan yang hadir” lanjutnya.

Lebih jauh kolaborasi AI dan IoT membantu waktu bisnis lebih aman dari Downtime, sehingga dari segi efisiensi oprasional akan lebih baik, membuat dan produk layanan baru, bahkan meningkatkan menejemen risiko.

Disisi lain Christian juga memaparkan kondisi digitalisasi Indonesia yang sudah sangat mendukung, ia menunjukan dari 265 juta penduduk Indonesia tercatat 130 juta atau 49 persen penetrasi penduduk akrab dengan penggunaan media sosial. Bahkan menurutnya, ada empat poin “The Super Power of Tech” yakni Mobile, Cloud, AI, dan Edge/IoT. (Wes)