Teknopreneur.com—SyarQ, startup asal Bandung yang digawangi oleh Muhammad Salman Alfarisy lolos menjadi salah satu dari Finalis di ajang YTech, Local Technopreneur Silicon Valley Mindset.

Beranjak dari riset tim SyarQ terhadap salah satu marketplace raksasa di Indonesia yaitu Bukalapak, mereka menemukan fakta bahwa 10% transaksi merupakan cicilan yang berasal dari kartu kredit dan layanan cicilan berbasis bunga lainnya. Tim SyarQ juga menyatakan bahwa 8% dari pengguna marketplace tersebut tidak mau dan menghindari transaksi berbasis bunga.

SyarQ menawarkan cicilan berbasis syariah dengan akad murabahah yaitu transaksi penjualan barang dengan menyatakan margin yang disepakati oleh penjual dan pembeli. Selain itu, prosedur transaksi yang mudah dan dapat dilakukan secara online menjadi kelebihan tersendiri bagi startup yang sudah berjalan sejak Maret 2017 lalu ini.

Mengajukan Cicilan Semudah Copy-Paste

Selain aman, mengajukan cicilan di SyarQ sangatlah mudah. Meski belum bekerjasama dengan marketplace, namun para pengguna bisa mendapatkan produk dari marketplace manapun dengan meng-copy tautan produk yang mereka inginkan lalu paste di website SyarQ dan tentukan durasi cicilan yang dapat dipilih hingga 12 bulan.

Selain fasilitas cicilan, SyarQ juga menawarkan fasilitas Menjadi Investor bagi para pengguna yang ingin membantu masyarakat dan pengusaha sekitar mewujudkan keinginan membeli barang dengan cicilan tanpa kartu kredit dan tanpa riba. Total nominal investasi saat ini sudah mencapai lebih dari Rp 785 Juta, sementara dana yang disalurkan mencapai angka Rp 1,32 Miliar.

Saat ini, SyarQ sudah memasuki Grand Final YTech dan akan melakukan Open Pitching produk mereka pada hari Rabu, 16 Mei 2018 di @america Pasific Place. Dukung SyarQ untuk perekonomian syariah dengan vote di halaman YTech.