Luncurkan Produk Invesatasi, Tanijoy Targetkan Nilai Investasi Capai 1 Miliar

Teknopreneur.com—Tanijoy yang merupakan salah satu finalis Ytech, nampak terus membuktikan eksistensinya dalam mengembangkan bisnis produknya di bidang pertanian. Maka kali ini, Tanijoy me-launching produk terbarunya, yakni “Tanijoy Investasi” tepatnya di Main Hall Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, pada Senin (23/4).

Peluncuran produk Tanijoy yang bertema “Bagaimana Investasi Menyelamatkan Kehidupan” dihadiri beberapa tokoh penting yang aktif di bidang Finance maupun industri digital. Seperti Poltak Hotradero (Senior Peneliti Bidang Ekonomi Bursa Efek Indonesia), Muhaimin Iqbal (Founder & Chairman Indonesia Startup Center), Romy Cahyadi (Chief Executive Officer Instellar), serta Muhammad Nanda Putra yang merupakan Co-Founder sekaligus CEO Tanijoy.

Di dalam sesinya Ceo Tanijoy Muhammad Nanda Putra menjelaskan, bahwa perusahaan rintisan awal yang baru berdiri tahun 2017 lalu, menargetkan akan merangkul 1000 petani untuk bergabung dengan Tanijoy. Yang disokong dengan luasan lahan sebesar kurang lebih 150 Hektare.

“Bicara soal target, tahun ini kita ingin merangkul 1000 petani terlebih dahulu yang nantinya akan bergabung dengan kami. Tak hanya itu, kita didukung dengan luasan lahan kuarng lebih 150 Hektare, karena kita bermain di sektor sayur-sayuran terlihat kecil namun intensif” ucapnya.

Menurutnya untuk target nilai investasi yang didapatkan untuk tahun ini diinginkan mencapai 1 Miliar dari seluruh yang ada didalamnya, kemudian di tahun kedepan target nilai investasinya akan terus ditingkatkan disetiap tahunnya.

Saat ini, tegas Nanda, untuk investor yang terdata sudah ada 25 investor guna meng-invest di 48 Project yang ada, dan total nilai sudah mencapai 250 juta.

Terkait upaya sepak terjang yang ia lakukan selama mendirikan Tanijoy, Nanda sebenarnya sudah memulai dari tahun 2012 lalu dengan membuat lahan Farming-nya sendiri. Singkatnya, dari aktivitas Farming-nya tersebut ia justru lebih memperdulikan kendala petani yang kerap kali membutuhkan bantuan modal dan akses market yang sulit untuk mereka.

“Nah dari sini saya berusaha menghadirkan solusi untuk mereka, salah satunya dengan menghadirkan teknologi yang tren saat ini” ucapnya.

Sementara itu, Chief Executive Officer Instellar, Romy Cahyadi menegaskan. Sebenarnya untuk tiga tahun kedepan investasi di sektor pertanian masih tetap menjadi paling diminati untuk masyarakat Indonesia. Yang disnyalir akibat dari efek makin pesatnya Growth startup yang bergerak di bidang pertanian.

“Tetap (investasi) Pertanian bisa menjadi paling diminati, terlebih saat ini makin besarnya pertumbuhan startup di bidang pertanian” pungkasnya.WES