Hasil Survey APJII 2017; Berdasarkan Layanan Yang Diakses

Teknopreneur.com—Dari 143.26 juta pengguna internet Indonesia, rupanya masyarakat yang mengakses jasa layanan perbankan terlihat masih sangat minim. Berdasarkan survey penetrasi dan perilaku pengguna Internet, hanya 7.39 persen pengguna yang mengakses jasa layanan perbankan tersebut.

Hasil survey APJII yang bekerjasama dengan Teknopreneur Indonesia mengungkapkan, 89.4 persen masyarakat cenderung lebih suka menggunakan akses internet untuk Chatting dan 87 persen untuk aktivitas media sosial mereka.

CEO Teknopreneur Indonesia M. Andy Zaky menyatakan, terkait penggunaan jasa layanan perbankan perbankan yang minim. Hal tersebut berelasi dengan keasadaran resiko berinternet di masyarakat, yakni masih ada kekhawatiran dari segi keamanan.

“Kalau direlasikan dengan kesadaran risiko internet, mungkin masih ada kekhawatiran soal keamanannya,” ucap Zaky, saat menjawab pertanyaan rekan media, Selasa (20/2/2018).

Dari 2500 responden, 83.98 persen mengatakan sudah sadar betul bahwa dalam penggunaan akses internet masih rentan dengan penipuan online yang marak akhir-akhir ini.

Begitupun mengenai keamanan data yang dapat dicuri oleh pihak yang tak bertanggung jawab, hasil survey menunjukan 65.98 persen masyarakat paham betul mengenai bahaya pencurian data.

“Kalau mau dorong inklusi keuangan harusnya ada perhatian lebih untuk meningkatkan penetrasi di wilayah rural-urban dan rural,” tegas Zaky.

Sementara itu, telah diketahui bahwa sebaran penetrasi pengguna dan perilaku internet berdasar karakter wilayah. Memang masyarakat rural dan rural-urban masih sangat jauh diharapkan seperti masyarakat urban.

Hal ini terlihat jelas pada persentase penetrasi masyarakat rural yang hanya 48.25 persen. Artinya, ada 126.4 juta masyarakat rural masih belum menikmati internet secara utuh. Begitupun pada masyarakat rural-urban, yang besar penetrasi pengguna internet hanya 49.49 persen.

Seketaris Jenderal APJII Henri Kasyfi menambahkan, khusus masyarakat urban sebenarnya sudah tak perlu menjadi perhatian khusus lagi. Lantaran, ketersediaan infrastruktur di wilayah tersebut sudah cukup memadai.

“Infrastruktur di urban sudah bagus tapi infrastruktur di rural masih perlu ditingkatkan lagi, untuk bisa meningkatkan lagi pertumbuhan pengguna internet di Indonesia,” lmbuhnya.WES