Hasil Suvey APJII; Persepsi Harga Internet Indonesia

Teknopreneur.com—Apakah Anda masih ingat kasus peretasan yang dialami situs Telkomsel dengan motif mengeluhkan tentang mahalnya tarif data internet operator tersebut pada April 2017 silam? Lantaran kasus tersebut, muncul pertanyaan tentang harga internet di Indonesia, apakah tergolong mahal, wajar, atau justru dianggap murah.

Ternyata, berdasarkan hasil survey Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2017, saat ini sebagian masyarakat Indonesia menganggap harga paket internet sudah terbilang wajar. Ini dibuktikan dengan 56.77 persen dari total responden menganggap harga internet sudah cukup wajar. Survey ini melibatkan 2400 responden yang terbagi dalam enam wilayah, yakni Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa, dan Maluku-Papua.

Sementara yang menganggap harga internet mahal sebagaimana sang peretas, ternyata hanya 23.36 persen. Sedangkan 19.87 persen justru menganggap harga internet saat ini tergolong murah. Bisa jadi masyarakat telah memahami bahwa harga layanan internet di Indonesia masih lebih murah jika dibandingkan dengan di beberapa negara lain. Selain itu, selain peningkatan kualitas, para operator juga masih menanggung biaya pengembangan Coverage area pada kawasan-kawasan yang belum tersentuh internet.

Namun demikian, jika melihat berdasarkan kategori strata ekonomi sosial, pengguna internet di Indonesia berasal dari masyarakat yang masuk dalam kategori size A atau disebut masyarakat kelas sosial ekonomi atas. Mereka menempati angka 93.10 persen, jauh lebih unggul dari tiga kelas strata lainnya seperti, kelas sosial ekonomi menengah, kelas sosial ekonomi bawah, dan kelas sosial ekonomi sangat bawah.

Sehingga bukan hal yang aneh jika masyarakat kelas sosial ekonomi atas menganggap,harga internet terbilang wajar pada saat ini. Terlebih sebagai penggila media sosial, tentu tak sedap jika tak memiliki paket data internet.

Menyikapi hal tersebut Ketua Umum APJII Jamalul Izza mengatakan, sudah lumrah jika masyarakat cenderung lebih suka berlama-lama terhadap perangkat gadget mereka. Ini disebabkan, Indonesia sudah termasuk negara dengan pengguna media sosial cukup tinggi.

“Jangan heran jika merupakan salah satu negara dengan pengguna media sosial terbanyak” paparnya pada acara pemaparan hasil Survey Penetrasi dan Perilaku Pengguna Internet 2017, Senin (19/2).

Artinya, sudah menjadi hal yang lumrah jika sebagian besar masyarakat begitu tertarik untuk spend money terhadap paket internet mobile kini.WES