Hasil Survey APJII 2017; Kecenderungan Penggunaan Aplikasi Lokal

Teknopreneur.com—Istilah “Cintailah produk-produk Indonesia” rupanya belum menyentuh produk digital. Setelah ramai digadang-gadang pertumbuhan startup digital Indonesia dengan berbagai produk digital, kenyataannya kesetiaan terhadap aplikasi buatan dalam negeri justru sangat rendah. Hal ini diketahui berdasarkan hasil Survey Penetrasi dan Perilaku Pengguna Internet Indonesia 2017 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) bersama dengan Teknopreneur Indonesia.

Dalam laporan hasil survey tersebut, disebutkan bahwa 85.80 persen pengguna internet di Indonesia menggunakan aplikasi lokal. Namun jangan dulu silau, karena dari angka tersebut, hanya 5.56 persen saja yang sangat sering menggunakan aplikasi lokal, 23.46 persen sering menggunakan, dan 56.79 persen sisanya jarang menggunakan aplikasi lokal.
Kendati demikian, menurut Ketua Umum APJII Jamalul Izza sudah ada perkembangan dalam penggunaan aplikasi lokal.

“Secara trafik, konten lokal saat ini sudah mengalami peningkatan. Yang dulunya masih sangat minim saat ini sudah mengalami peningkatan yang signifikan. Yang tadinya masyarakat banyak meminati konten luar, kini terbalik konten dalam negeri mulai diminati,” ujarnya.

Jamal juga mencontohkan dengan munculnya berbagai starup digital e-Commarce lokal yang berdampak pada pertumbuhan penggunaan aplikasi lokal.

“Positifnya, tren situs e-Commarce di masyarakat telah bergeser ke lokal. Masyarakat justru lebih senang membuka dan menggunakan e-Commarce lokal populer,” lanjut Jamal.

Sementara menurut Sekertaris Jenderal APJII Henri Kasyfi Soemartono, menurutnya pola kecenderungan penggunaan aplikasi lokal masih sangat minim. Maka faktor kesadaran masyarakat menjadi poin penting bagi seluruh pihak-pihak terkait.

Padahal popularitas aplikasi lokal ini seharusnya semakin meningkat seiring dengan kewajiban TKDN bagi pabrikan gadget di Indonesia. Seperti diketahui, Kemenperin telah menerbitkan Peraturan Menteri Perindustiran (Permenperin) Nomor 65/2016 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Produk Telepon Seluler, Komputer Genggam (handheld), dan Komputer Tablet.

Melalui regulasi tersebut pemerintah memberikan kemudahan bagi produsen melalui tiga skema investasi TKDN yang ditawarkan yaitu jalur software, jalur hardware dan jalur investasi.

Skema pertama adalah investasi software yaitu produsen wajib memenuhi komposisi aplikasi lokal 70 persen, pengembangan 20 persen dan manufaktur 10 persen. Sedangkan jika vendor memilih untuk melakukan investasi hardware bisa menggunakan skema kedua yaitu manufaktur 70 persen, pengembangan 20 persen dan aplikasi 10 persen.WES/IN