Hasil Survey APJII 2017; Berdasarkan Keamanan Internet

Teknopreneur.com—Semakin meningkatnya angka penetrasi internet di masyarakat, semakin banyak pula cara yang dilakukan oleh oknum untuk melakukan kejahatan via internet. Mulai dari penipuan belanja online, pacar online, hingga internet banking.

Aparat tidak berpangku tangan, banyak langkah preventif yang telah dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam berinternet. Selain itu, kesadaran masyarakat akan kemanan berinternet juga semakin meningkat.

Berdasarkan data dari hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2017, sebanyak 83,98 persen pengguna internet sadar mengenai aksi tipu-tipu di dunia maya dan 65,98 persen dari pengguna internet juga sangat menjaga keamanan data pribadinya.

Menurut Ketua Umum APJII, Jamalul Izza, kesadaran keamanan privasi dalam berinternet yang tinggi itu barangkali dilatarbelakangi berbagai kasus-kasus yang menjadi viral. Kemudian menjadikan banyak orang mulai berhati-hati terhadap persoalan tersebut.

Jamal menduga banyaknya kasus yang kemudian viral membuat masyarakat sadar terhadap keamanan privasi mereka, sebagaimana yang disampaikan pada pemaparan hasil survei pengguna internet Indonesia di Jakarta, Senin (19/2).

Ia pun menyontohkan kebiasaan pengguna internet sebelum menyadari betapa pentingnya data mereka. Misalnya saja melampirkan data diri di media sosial mulai dari alamat rumah hingga nomor telepon.

Data-data tersebut bisa saja digunakan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. Makanya para pengguna pun sekarang sudah mulai sadar jika data tersebut bisa digunakan untuk melakukan penipuan, kata dia.

Sementara menurut data Kasperksy dalam laporan Kaspersky Cybersecurity Index, keamanan siber Indonesia masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan negara lain. Laporan ini menyebutkan, pada semester 1 2017, di tingkat Asia dan Pasifik, Indonesia menempati peringkat 19. Jauh di bawah  Singapura yang berada di posisi ke 6, Brunei Darussalam ke 8, Malaysia ke 9, Thailand ke 10, Filipina ke 15 maupun Vietnam yang berada pada peringkat 17. IN