Penemu Hyrector, Foto: Tribun kaltim

Teknopreneur.com—Ditengah krisis energi yang kian tahun makin tercekik, kabar positif datang dari seorang pemuda asal Kalimantan Timur. Ialah Dana Hartono mahasiswa penemu Hyrector bahan sumber energi terbarukan masa depan.

Semangat Dana sebagai inovasi nampak dari perjuangannya yang berasal dari keluarga ekonomi terbelakang, namun itu tak membuat Dana patah arang untuk melakukan sebuah inovasi yang membanggakan. Hyrector pada dasarnya adalah konsep yang dikembangkan oleh Dana, mengenai dua perpaduan sumber energi yang berasal dari pergerakan suatu benda atau disebut dengan energi kinetik dan energi surya.

Teknopreneur menelusuri, terkait konsep idenya Dana mengatakan. Contoh yang bisa dipahami ialah alat penerangan lampu jalan yang saat ini sudah sudah banyak menggunakan panel surya sebagai sumber masukan energi listrik, namun menurutnya jika hanya bergantung pada panel surya saja energi yang didapatkan tidaklah maksimal. Lantaran, sifatnya yang statis tidak bisa mengikuti arah matahari yang bergerak.

Untuk itu Dana berupaya mencari sumber masukan energi lain, seperti energi kinetik atau bisa artikan sebagai energi yang berasal dari pergerakan pada suatu benda. Lebih tepatnya Dana mengungkapkan, menggunakan energi kinetik kendaraan sebagai masukan utama energi adalah contohnya untuk penerangan lampu jalan tersebut.

“Untuk itu, saya berupaya mencari sumber energi lain selain energi surya, yaitu energi kinetik kendaraan yang dapat dikonversi menjadi energi listrik. Hyrector adalah upaya penggabungan kedua energi terbarukan tersebut,”terang Dana, Kompas, Rabu lalu (3/1).

Bukan omong kosong belaka, Dana membuktikan dengan risetnya. Bahwa dari 706 kendaraan yang melintas setiap jamnya dalam satu hari dapat menghasilkan energi listrik sebesar 22kWh, serta dapat menerangi 10 titik tiang PJU.

jika ide ini dikembangkan, maka bisa dipastikan nilai investasi yang tanamkan akan sangat murah dan menekan jumlah belanja nasional terhadap energi yang saat ini justru masih mengandalkan energi fosil impor. Dana menilai, untuk keluaran biaya oprasional akan sangat terjangkau apabila dibandingkan dengan PJU yang berasal dari listrik PLN.

Baginya, dengan Hyrector bisa menjadi solusi efektif untuk penghematan listrik, terlebih akan sangat membantu sebagai sumber utama energi pada PJU yang saat ini masih bergantung satu sumber energi saja.WES