Ilustrasi Startup
Ilustrasi Startup

Teknopreneur.com—Peran perkembangan industri digital sebagai indikator pertumbuhan ekonomi nasional, sudah menjadi keharusan jika ingin mengimbangi negara tetangga Singapura dalam hal iklim industri digital.

Untuk itu, pemerintah dan Kementerian Komunikasi Dan Informasi (Kominfo) telah melakukan beberapa upaya untuk perkembangan positif di sektor industri digital. Berdasarkan laporan kerja Kominfo, upaya tersebut antara lain; peningkatan e-Commerce, penataan kartu registrasi pra bayar, sertifikasi SDM, literasi TIK untuk semua golongan, pemberdayaan literasi TIK, serta kebijakan komponen dalam negeri.

Peningkatan di sektor e-Commerce, dalam laporannya Kominfo secara massal telah memfasilitasi untuk pengembangan 55 juta Usaha Kecil dan Menengah (UKM) guna dipasarkan secara virtual. Bahkan, untuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pihaknya telah memberikan sertifikasi 7.690 orang dari berbagai kalangan. Yakni, dengan memberikan pelatihan, perkara bimbingan teknis standar kompetensi kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Tidak cukup sampai disitu, dalam laporan Kompas beberapa pekan lalu. Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara menerangkan, bahwa setidaknya untuk industri digital nasional, di tahun 2019 Indonesia memiliki lima startup dengan sertifikat Unicorn. Istilah Unicorn ini digunakan untuk startup yang telah memiliki jumlah valuasi lebih dari Rp1 milyar.

Menurutnya, untuk saat ini startup yang sudah berstatus Unicorn lokal masih sedikit. Rudiantara menyebutkan, kini hanya Go-Jek, Tokopedia, Dan Traveloka yang terbilang baru dalam perjalanan dinamika industri digital nasional.

Tegas, untuk jangka panjang Rudiantara meyakinkan, untuk jangka panjang di tahun 2020 Indonesia disektor Industri digital akan memiliki 44 startup lokal dengan predikat Go-Unicorn, hal ini diungkapkan lantaran didasarkan perhitungan rasio keberhasilan startup dunia yang berkisar 4 persen di tahun 2017.

“2020 kalau dari 1.000 (startup) jadi 50 unicorn udah bagus banget lima persennya,” ungkapnya, pada hari Senin (11/12).

Berdasarkan laporan survei indonesia Venture Capital Outlook di tahun 2017, Industri digital Indonesia mendapat kabar baik di sektor pendanaan. Yakni, sepanjang tujuh tahun terakhir Indonesia telah mengalami pertumbuhan Funding yang cukup signifikan. Hal ini tercatat berawal dari tahun 2012 sampai 2017, jumlah angka pendanaan modal yang ditanamkan mencapai USD3 miliar atau setara dengan Rp40 triliun. WES/LIN