Ilustrasi Fintech
Ilustrasi Fintech

Teknopreneur.com—Langkah pemerintah untuk terus meningkatkan taraf industri digital, masih terus harus dilakukan. Mengingat banyak faktor yang harus diselesaikan jika tidak ingin kalah dengan negara tetangga dari segi perkembangan industri digital.

Belum lama ini, ungkapan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara dalam laporan Industri Bisnis menerangkan, bahwa untuk memajukan perekonomian Indonesia di era digital dan mendukung inovasi muda, Pemerintah diharuskan memperhatikan beberapa hal penting untuk perkembangan industri digital.

Menurutnya, beberapa hal penting tersebut ialah mengenai Human Capital, Funding Startup, Taxation, Cyber Security, ICT Infrastructure, Costumer Protection, dan Logistic. Dengan pemerintah fokus dalam memperhatikan faktor dasar ini, Indonesia setidaknya akan dapat bersaing dengan negara lain agar tidak tertinggal untuk industri digital.

Dengan hadirnya sebuah layanan jaringan yang bernama Palapa Ring, diasumsikan dengan pembangunan Palapa Ring tidak begitu memberikan dampak yang positif jika salah satu hal yang paling mendasar seperti Human Capital Indonesia masih sangat jauh dari yang diharapkan, terutama dalam upaya pengembangan startup lokal yang berkualitas.

Untuk perkara ini, seorang pengamat perbankan Achmad Deni Daruri memaparkan secara jelas betapa pentingnya Human Capital dalam perkembangan ekonomi. Terutama dalam mendukung untuk peningkatan daya saing antar sesama negara, yang kemudian diakhiri dengan sejauh mana para pemodal asing tertarik untuk menanamkan investasinya.

Ditambah lagi dengan sikap setengah hati pemerintah dalam mengeluarkan jatah anggaran belanja untuk para inovator untuk mengembangkan ide dan penelitiannya.

Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Muhammad Dimyati,  pada pemberitaan Teknopreneur sebelumnya menerangkankan, untuk persoalan ini sudah bukan rahasia jadi umum lagi, bahwa nyatanya anggaran yang dikeluarkan pemerintah masih sangat kecil. Yakni dengan kisaran kurang dari 1 persen dari Produk Domestik Bruto nasional (PDB).

Dengan melihat potensi industri digital Indonesia yang menjanjikan, survei Asosiasi Penyedia Jasa Internet (APJII) 2016. Industri digital Indonesia masih sangat kuat dengan jumlah pengguna internet nasional yang sudah mencapai 132 juta jiwa. Tak hanya itu, sebaran prilaku internet masyarakat berdasarkan survei APJII nampak konsumtif dengan adanya Internet dan kemunculan starup. Bahkan didata sudah ada 82,4 juta jiwa masyarakat yang akrab dengan transaksi online.

Namun ini sangat disayangkan, potensi yang cukup besar masih belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Dikarenakan, Industri digital nasional masih belum bisa mengimbangi negara tetangga Singapura. Menariknya negara yang wilayahnya hanya seperempat Indonesia, mampu menembus peringkat 12 untuk iklim industri digital dunia berdasarkan survei Genome Startup, dengan hasil pendapatan USD11 milyar yang bersumber dari ekosistem industri digital yang berjalan. WES/LIN