Ilustrasi Fintech
Ilustrasi Fintech

Teknopreneur.com— Dinamika startup kini sudah menjadi indikator untuk seberapa besar potensi suntikan dana segar untuk para founder, maka tak heran jika para investor kini mulai gemar untuk fokus pendanaannya pada dunia startup di kancah lokal maupun mancanegara.

Tidak sedikit para investor mengasumsikan, bahwa bergerak di dunia digital ialah upaya untuk memperoleh hasil yang menjanjikan, entah itu kisaran waktu dalam jangka panjang maupun pendek. Dalam hal ini Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat Ooredoo kepada rekan media mengatakan, perkembangan dunia digital hidupnya tidak bisa lepas dari Platform. Dan sebenarnya sumbangsih ide inovasi pemuda Indonesia tidaklah kalah menarik dengan inovasi luar.

Tidak hanya Alex, Survei Asosiasi Penyedia Jasa Internet (APJII) 2016 pun menjelaskan, untuk potensi iklim startup Indonesia nampak menjanjikan. Hal ini dilihat dari jumlah total pengguna internet nasional yang sudah mencapai 132 juta jiwa, dengan perilaku ada 130 juta jiwa yang sudah mengenal internet sebagai tempat untuk memperkenalkan barang dan jasa. Dan 84,2 juta jiwa mengakui sudah akrab melakukan transaksi online.

Maka, berasal data tersebut bisa dipastikan merupakan pondasi awal investor untuk mengeluarkan pendanaanya terhadap dunia starup, terkait ini Teknopreneur.com menelusuri, bahwa aktifitas pendanaan modal starup Indonesia telah mengalami tren positif.

Lantaran Riset Indoneisa Venture Capital Outlook di tahun 2017 telah merincikan, dari sepanjang tujuh tahun Indonesia telah mengalami pertumbuhan Funding yang cukup signifikan. Hal ini tercatat berawal dari tahun 2012 sampai 2017, jumlah angka pendanaan modal yang ditanamkan mencapai USD3 miliar atau setara dengan Rp40 triliun.

Dari data tersebut secara jelas dapat dilihat, mulai dari tahun 2013 jumlah dana yang ditanamkan berkisar USD100 juta, meningkat lagi di tahun 2014 sebesar USD200 juta, 2015 sejumlah USD700 juta, dan di tahun 2016 tercatat sudah menyentuh angka USD1,7 miliar.

Kemudian di tahun 2017 sudah positif mencapai USD3 miliar, untuk perkembangan startup lokal. Dalam laporan tersebut hal lain pun diterangkan. Untuk kategori e-commerce dan transportasi ialah kategori yang paling menonjol dari beberapa bidang bisnis starup yang berjalan.

Berdasar jumlah total investasi yang masuk, dan sabanyak 58 persen telah menguasai kategori e-Commerce dan 38 persen masuk dalam penguasaan startup dibidang transportasi. Dan sisanya, hanya 4 persen masuk dalam kategori Fintech dan kesehatan yang nampak sepi dari investor. WES/LIN