ilustrasi inovasi industri
ilustrasi inovbasi industri

Teknopreneur.com—Membicarakan peningkatan kualitas inovasi lokal, pemerintah terus berupaya maksimal dengan berbagai cara. Beberapa diantaranya dengan memberikan intensif bagi industri atau lembaga terkait untuk mengembangkan potensi peneliti agar lebih optimal.

Perihal tersebut Kementerian Perindustrian, berinisiatif mengusulkan untuk memberikan potongan pajak kepada industri. Hal ini didasari, untuk memudahkan industri atau lembaga yang berkomitmen melakukan pengembangan inovasi lokal.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, berdasar lansiran Antara. Langkah ini dilakukan, agar peran industri yang mengembangkan inovasi penelitian memiliki dampak strategis bagi pemerintah. Terutama untuk pertumbuhan ekonomi nasional.

Dikatakan Airlangga, besaran Insentif yang berupa potongan pajak. Pemerintah akan memberikan potongan tax rebate atau tax deduction, sebesar 200 persen bagi industri atau lembaga yang mengalikasikan dananya untuk belanja pelatihan dan pendidikan vokasi.

Baginya, jika industri yang berkomitmen menginvestasikan Rp500 juta untuk pengembangan inovasi lokal. Pihaknya bisa memberikan fasilitas dari pemerintah senilai Rp1 miliar, dan dana ini yang nantinya akan menjadi pemotong pajak untuk industri tersebut.

Selain itu, fasilitas yang akan disediakan oleh pemerintah ialah penurunan pajak 300 persen. penurunan pajak ini akan diberikan jika industri atau lembaga mengeluarkan dananya untuk belanja penelitian dan pengembangan inovasi yang dilakukan oleh pihak industri.

Dicontohkan Airlangga, yang menikmati fasilitas ini ialah industri farmasi. Dampaknya adalah kemudahan, mereka tidak perlu lagi ke luar negeri hanya untuk peningkatan Research & Development (R&D).

Keseriusan upaya peningkatan inovasi lokal, Airlangga pun untuk langkah ini sudah dibicarakan panjang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Menurutnya, dengan cara ini akan senada dengan program pemerintah. Yakni, dapat meningkatkan peringkat kemudahan berusaha (Ease of Doing Business/EoDB) di Indonesia.

Dikatakan Airlangga, untuk respon Kementerian Keuangan sangatlah positif. Dan dari skema yang sudah dirancang tersebut, diharapkan bisa diterapkan pada tahun 2018 Tepatnya di kuartal pertama. Sebagai langkah awal kemajuan Inovasi lokal di sektor industri atau lembaga.

Penambahan Anggaran

Menyikapi rendahnya kualitas inovasi nasional, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sebagai pihak yang sangat terkait. Telah mengambil langkah dengan mengusulkan penambahan anggaran untuk dana riset.

Berdasarkan penelusuran, Mohammad Nasir mengajukan sebesar Rp40 triliun untuk tahun 2018. Artinya, Nasir telah mengajukan 2 persen lebih besar dari tahun lalu yang hanya 0,2 persen per Produk domestik Bruto (PDB).

Nasir menambahkan, untuk Rancangan Undang-Undang (RUU) penambahan dana tersebut sudah ditambahkan dalam pengajuan. Walau besaran dana yang diajukan masih terbilang kecil, namun itu setidaknya ada penambahan untuk peningkatan inovasi nasional.

Sebenarnya, untuk anggaran yang ideal ialah dana riset yang harus dikeluarkan dalam sebuah negara sebesar Rp100 triliun guna meningkatkan kualitas bangsa Indonesia di kancah internasional. Dan Nasir berharap, dari apa yang telah diusulkan pemerintah bisa menanggapi positif. WES/LIN