ilustrasi pertukaran mahasiswa
ilustrasi pertukaran mahasiswa

Teknopreneur.com— Peran pemerintah untuk kemajuan inovasi dan penelitian, telah melakukan berbagai upaya untuk bisa bangkit dari keterpurukan. Beberapa diantaranya ialah melakukan pertukaran mahasiswa.

Walau sudah bukan rahasia umum lagi, langkah ini diambil guna meningkatkan kualitas ouput para peneliti maupun inovator. Lantaran, Indonesia sudah terlampau lama terpuruk jika dibandingkan dengan negara tetangga.

Belum lama ini Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dakhiri mengungkapkan, dalam laporan Tempo. Bahwa pihaknya telah melakukan kerjasama antara Kadin Jerman dan Kadin Indonesia, hal ini didasari khusus untuk pengembangan pendidikan dan penelitian.

Rendahnya tingkat pendidikan Inonesia berdasar data Education Development Index (EDI), Indonesia memperoleh angka indeks 0,603. Menjadi dasar utama untuk membangun kerjasama, terutama di bidang vokasi untuk pengembangan SDM.

Hanif mengatakan, proses pengembangan SDM yang baik harus melakukan skema pelatihan yang benar-benar terarah. Akibatnya, kedepan akan memiliki terobosan dalam percepatan pembangunan SDM. Terlebih, untuk kompetensi tenaga kerja maupun pendidikan.

Berdasarkan penelusuran, dari kerjasama kedua belah pihak tututan keuntungan Jerman tidak disebutkan secara rinci. Sehingga, nampak untuk soal politis pemerintah masih sangat tertutup terhadap masyarakat.

Justru Hanif hanya mencontohkan, kedepannya Indonesia diharapkan bisa meniru seperti negara Jerman dan negara-negara lain disekitarnya. Yang telah berhasil meningkat taraf perekonomian, lantaran fokus untuk pengembangan pendidikan vokasi untuk perkembangan industri.

Memanfaatkan kerjasama ini dengan serius, pemerintah bersama Pengusaha Indonesia (Apindo). Melakukan gelar program pemagangan, di tahun 2018 direncanakan akan ada 400 ribu pemuda yang akan ikut program pemagangan.

Kerjasama Pendidikan Kesehatan

Tidak cukup dengan hanya melakukan pelatihan dari kerjasama dengan Jerman, Indonesia pun belum lama ini telah menggandeng Jepang untuk melakukan pertukaran Mahasiswa.

Kali ini Pemerintah Daerah Jawa Barat selangkah lebih maju, dengan merangkul Universitas Shizuoka untuk peningkatan pendidikan di sektor kesehatan. Pemda Jawa Barat, yakin dari program kerjasama ini tingkat kualitas produk inovasi akan jauh lebih baik.

Dalam lansiran Pikiran Rakyat tiga minggu yang lalu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengungkapkan, walau di daerah jawa barat sudah banyak Universitas, namun baginya yang  menyediakan pendidikan kesehatan hanya Universitas Padjajaran (Unpad).

Berkenaan dengan itu, diharapkan Jepang bisa melakukan pertukaran Mahasiswa dengan Universitas Padjajaran.

Perihal ini pun ditanggapi serius oleh Dekan Sekolah Keperawatan Universitas Shizuoka, Kanazawa Hiroaki. Bahwa dengan program kerjasama ini, pihaknya mengakui akan ada pelatihan keperawatan tingkat Internasional di kampus Shizuoka. Dan pihaknya, sangat terkesan dengan banyaknya jumlah peminat yang mendaftarkan diri untuk program kerjasama ini.

Hiroaki mengatakan, sudah ada ribuan calon yang akan mendaftarkan dari berbagai kampus di Jawa Barat. Terlebih langkah ini menurutnya, suatu terobosan baru bagi Jepang. Lantaran pihaknya selama ini baru menjalin kerjasama dengan tahailand. Yakni, pertukaran pelajar dan pemagangan.

“Kami ingin menjalin kerja sama dengan banyak universitas di Jawa Barat yang memberikan pendidikan keperawatan,” ujarnya terhadap rekan media. WES/LIN