Mahasiswa Kalangan Terpelajar Banyak yang Berminat Menjadi Founder Startup
Mahasiswa Kalangan Terpelajar Banyak yang Berminat Menjadi Founder Startup

Teknopreneur.com—Fenomena menjadi founder startup marak bergulir di kalangan bisnis. Hal ini menginspirasi banyak orang yang ingin hidup menjadi lebih baik. Kesuksesan tokoh yang membawa pengalaman hidupnya sebagai pelajaran bagi orang lain, membuat kalangan terpelajar pun tertarik minatnya. Merambahnya inspirasi kesuksesan juga masuk ke dunia pendidikan dimana para mahasiswa dan pelajar terinspirasi dengan terobosan teknologi yang ada.

Inspirasi inipun mempengaruhi pola belajar, ada beberapa diantaranya yang menganggap bahwa kuliah cepat lulus adalah jawaban kesuksesan, tetapi ada juga yang beranggapan bahwa kuliah cepat tak selamanya menjamin. Waktu kuliah menjadi ukuran juga dalam menempuh pendidikan, baik bagi yang fokus belajar maupun yang sambil mendalami bisnis.

Teknopreneur.com mencoba menganalisa dengan melakukan desk riset mengenai seberapa jauh peran waktu kuliah yang ditempuh dalam meraih jalan kesuksesan. Namun kali ini, permasalahan tersebut akan dikaitkan dengan sejauh mana waktu kuliah dalam menghadirkan founder startup lokal yang berkelas.

Untuk menjawabnya, Teknopreneur melakukan pengumpulan data rinci mengenai 10 profil founder lokal populer, yang terbilang sudah cukup sukses mengembangkan startup mereka. 10 profil startup tersebut seperti, Gojek, Tokopedia, Tiket.com, Kaskus, Bukalapak, Traveloka, HijUp, eFishery, Blibli.com, dan terakhir ialah Agete.

Dengan metode data yang di dapat dari berbagai sumber, berdasarkan beberapa kategori yang penting. Salah satu diantaranya kategori lama kuliah yang dijalani oleh para tokoh founder startup lokal.

Hasilnya, dapat dipetakan untuk founder yang memiliki waktu tempuh kuliah selama 3 tahun dipersentasekan sebanyak 10 persen, lama kuliah 4 tahun sebanyak 60 persen, dan lama kuliah untuk 5 tahun sebanyak 20 persen. dengan jumlah masing-masing pada di sebaran data di waktu 3 tahun berjumlah satu orang, 4 tahun tujuh orang, dan  5 tahun dua orang.

Sehingga berdasar dari sebaran data yang disajikan, walau dalam angka persentase untuk lama kuliah 4 tahun begitu mendominasi sehingga bisa diartikan terbilang normal. Namun uniknya, jika melihat jumlah tokoh founder yang memiliki waktu kuliah selama 4 s/d 5 tahun itu sebanyak 9 orang. Maka sangat besar dimungkinkan di dapat kesimpulan, bahwa mayoritas dari 10 founder lokal populer memiliki lama kuliah lebih diatas 3 tahun.

Untuk memperlengkap data, Teknopreneur pun kembali melakukan perhitungan lanjutan denga 30 starup lokal lain yang eksis. Dengan hasil, waktu lama kuliah 4 s/d 6 tahun berjumlah 23 orang, memperlebar jarak dengan waktu lama kuliah 3 tahun yang hanya 7 orang.

Artinya, seseorang untuk dibilang sukses rupanya tidak harus menempuh lama pendidikan lebih cepat. Dikarenakan perkara ini sudah dijelaskan, berdasarkan waktu para founder dalam menempuh pendidikan perkuliahan.

Menyoal pernyataan yang sering dilontarkan oleh kalangan mahasiswa, dapat diambil kesimpulan bahwa lebih baik habiskan jatah masa aktif kuliah, kembangkan relasi, perbanyak karya, dan tingkat dialektika di luar maupun di lingkungan kampus. WES/LIN