Digital World
Digital World

Teknopreneur.com—Tahun 2016 penggunaan media sosial Indonesia sudah mencapai 79 juta dari total jumlah masyarakat 137 juta, demikian hasil riset Asosiasi Penyelenggara Internet Indonesia (APJII) dalam menggambarkan dinamika perkembangan Apps Lokal maupun luar Indonesia.

Hasil riset yang dikemukakan oleh APJII tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan teknologi informasi seputar Apps atau startup begitu menggeliat dikancah nasional, geliat perkembangan startup tersebut pun banyak memunculkan multiplier effect. Terutama dengan dinamika Young Technopreneur yang saat ini mulai mendominasi pertumbuhan startup Lokal.

Munculnya para founder startup muda nampak menjadi tren terkini, dan disinyalir lebih siap dalam menghadapi tantangan ekonomi digital. Seperti Natali Ardianto (Founder Tiket.com) dan Andrew Darwis ( Founder Kaskus) ialah segilintir anak muda generasi milenial yang terbilang sukses dalam mengembangkan potensi startup lokal.

Andrew Darwis terbilang populer lebih dulu ketimbang Natali ardianto, lantaran Natali Ardianto belum lama ini startupnya dikenal oleh masyarakat. Tenar dengan produk  jenis startup komunitasnya yang bernama Kaskus, pria muda asal Jakarta tersebut pun pernah meraih anugerah ASEAN Entrepreneur Awards 2017 yang diinisiasi Asia Society Korea dan Maekyung Media Group.

Namun terlepas dari peran mereka dalam upaya mengembangkan potensi startup lokal, Teknopreneur mencoba menggelar desk riset mengenai peran kota kelahiran terhadap sumbangsih dalam menghadirkan founder startup lokal berkelas. Dengan metode mengumpulkan profil 10 startup lokal populer (termasuk founder Natali ardianto dan Andrew Darwis) kemudian mengkelompokannya dengan beberapa kategori.

Hasilnya Teknopreneur mendapatkan, untuk kota kelahiran yang cukup besar menghadirkan seorang sosok founder startup lokal berkelas didominasi oleh Ibu Kota Jakarta. Yakni dengan jumlah persentase 30 persen, kemudian disusul dengan kota Semarang Jawa tengah 20 persen, Kota yang berada di pulau Sumatra 20 persen. dan terakhir masing-masing seperti kota Bekasi, Padang, Singapura, berkisar hanya 10 persen.

Besaran dominasi kota jakarta dalam sajian data tersebut, turut diisi oleh founder muda Natali Ardianto, Andrew Darwis, dan Gibran Huzaifah (founder startup eFishery). Dengan profil yang sama-sama memiliki data kota kelahiran di Ibu kota Jakarta. Berbeda dengan tujuh profil founder lainnya, lantaran sebaran profil tempat kelahiran mereka masih cenderung berbeda.

Memperkuat simpulan data yang ditampilkan di 10 starup populer, Teknopreneur pun melanjutkan perhitungan pada 30 starup lokal lainnya. Hasilnya tidak jauh berbeda, profil kelahiran asal Jakarta masih terhitung 50 persen lebih banyak.

Ini Artinya, Ibu Kota Jakarta masih sangat berperan penting perkembangan startup lokal. Terutama, dalam menghadirkan beberapa tokoh founder lokal muda.

Mengapa Jakarta?

Jakarta sebagai pusat Ibu Kota, ialah satu-satunya kota yang memiliki status hampir sama dengan provinsi. Dan saat ini begitu penting dalam dinamika berbagai sektor penggerak perekonomian nasional.

Dengan memiliki jumlah penduduk lebih dari 10 juta penduduk, dan kepadatan 15 ribu penduduk/km per segi di tahun 2016. Kota Jakarta masih diasumsikan sebagai kota yang begitu menjanjikan untuk pengelolaan bisnis.

Dari segi pembangunan telokomunikasi, Jakarta berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi 2016 (BPS) mencatat, untuk jumlah sambungan telepon sudah hampir 2 juta pengguna, yang tidak lain sambungan telepon tersebut pun digunakan sebagai jaringan fiber internet di berbagai instansi atau perkantoran.

Mengingat hal tersebut, sajian data BPS tampil senada dengan data yang dijelaskan oleh APJII. yakni penggunaan internet Indonesia sudah mencapai 137 juta, yang disinyalir untuk tiap tahunnya akan selalu meningkat.

Jakarta tidak hanya pesat dalam pembangunan dunia telekomunikasi, yang kemudian erat kaitannya dengan pengembangan startup lokal. Jakarta sangat didukung dengan dinamika pendidikan yang berkualitas. Berdasar laporan umum Wikipedia, laporan tersebut menjelaskan untuk jumlah Universitas Jakarta memilki 30 Universitas negeri maupun swasta. salah satu di antaranya ialah Universitas Bina Nusatara, yang belum lama telah menghadirkan founder lokal muda bernama William Tanuwijaya dengan startup-nya Tokopedia pada tahun 2009, walau ia bukan kelahiran asal Jakarta.

Uniknya dari pesatnya dinamika kota Jakarta sebagai Ibu kota, juga dapat menularkan tokoh founder muda dari kota tentangganya. Yakni kota Bekasi yang tidak begitu jauh letaknya, pun dapat menghadirkan founder starup wanita yang juga seorang istri dari Achmad Zaky (Founder BukaLapak). Wanita tersebut Diajeng Lestari, pendiri startup Hijup asal kota Bekasi yang juga termasuk dalam 10 profil startup lokal populer.

Dengan demikian Jakarta sebagai pusat ibu kota, nampak layak untuk peran potensinya dalam menghadirkan founder muda generasi milenial guna untuk mempersiapkan ekonomi digital di masa mendatang.

Pertanyaannya, Jadi kapan founder dari daerah lain?

WES/LIN