Ilustrasi Startup
Ilustrasi Startup

Teknopreneur.com— Tren Young Technopreneur mulai mengeliat aktif di perkembangan Startup Indonesia, di era jaman yang serba digital istilah tersebut akan sangat dekat dengan para founder startup lokal muda ternama. Yang sudah tentu memiliki peran penting dalam perkembangan ekonomi digital nasional.

Istilah yang kemudian dipersingkat dengan sebutan Y-tech, terbilang sukses menjadi sebutan populer ketika founder muda lokal membuat sebuah aplikasi moda transportasi Go-jek.  Nadiem Makarim merupakan salah satu contoh Founder TOP yang terbilang sukses dalam pola pengembangan startup lokal, diumurnya yang masih beranjak 33 tahun adalah generasi milenial (generasi kelahiran di tahun 1980-an sampai 1997), beberapa lansiran laporan jurnal yang dilakukan Accenture, yang dimuat Tirto menyebutkan, bahwa generasi milenial yang berkisar umur 18-34 tahun, cenderung aktif dalam mobilitas teknologi.

Dalam temuan penelitian Accenture, untuk generesi milenial diyakini akan menentukan tren, yang kemudian mereka memiliki karakter untuk selalu menjadi yang terdepan dalam penggunaan produk atau layanan terbaru.

Menyikapi serius persoalan tersebut Teknopreneur melakukan desk riset untuk mempertegas seberapa besar peranan tahun kelahiran untuk menciptakan founder lokal berkualitas. Dengan mengambil sampel profil founder 10 startup terpopuler yaitu, Gojek, Tokopedia, Tiket.com, Kaskus, BukaLapak, HijUp, Traveloka, eFishery, Blibli, dan Agate.

Hasilnya generasi milenial (atau generasi Y) terhitung cukup besar dalam menyumbangkan 80 persen atau berjumlah 8 orang dengan tahun kelahiran di era 80 sampai 90an untuk founder startup lokal berkelas, dan untuk generasi x hanya menyumbangkan 20 persen atau 2 orang saja dari 10 sampel startup lokal populer.

Dengan dominasi lebih besar untuk generasi milenial, artinya dari jumlah 8 orang founder lokal yang terpopuler memiliki umur rata-rata berusia 31 tahun. Tidak hanya pada 10 profil starup pupuler, Teknopreneur melakukan perhitungan lanjutan pada 30 starup lokal yang terbilang eksis. hasilnya pun tidak jauh berbeda, founder yang lahir pada tahun 80-an terhitung 80 persen mendominasi, dengan jumlah 24 founder yang lahir di tahun 1980 dari 30 founder yang ada.

Sehingga berdasarkan data tersebut, sangat kuat ditarik kesimpulan bahwa era generasi milenial sangat mempengaruhi menghadirkan calon-calon founder startup lokal di era generasi selanjutnya di Indonesia, sehingga dapat mengembangkan dunia startup nasional dan bisa bersaing  ketat dengan startup luar lainnya.

Mengapa Generasi Milenial?

Mengapa era milenial? Mungkin akan menjadi pertayaan besar dari beberapa sajian data yang sudah dijabarkan sebelumnya. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, terdapat lansiran laporan riset National Chamber Foundation (NCF, 2013) yang dimuat oleh Detik, menjelaskan, bahwa generasi milenial adalah generasi yang kontradiksi, dengan ciri karakter begitu ambisius mengejar tujuan utama mereka. Di sisi lain generasi Y sangat terbuka dalam menghadapi perbedaan.

Hasil riset yang menjelaskan generasi Y memiliki motivasi dan mental yang kuat, tidak sedikit yang sudah membuahkan hasil dengan produk layanan startup menjanjikan. Sehingga startup akan cukup memuaskan untuk membantu keseharian masyarakat di era digital. Walau, dari generasi Y memiliki karakter tidak mau bersusah payah, namun dalam kajian penelitian NCF, generasi Y sangat senang untuk melakukan pekerjaan dianggap banyak orang remeh.

Sejalan dengan hal tersebut, jika dikaji lebih dalam lagi mengenai alasan mengapa di generasi milenial yang memegang peranan penting soal kondisi “wajah” digital nasional. Seorang tokoh ekonomi yang pernah meraih nobel perekonomian dunia, Herbert Simon pun meramalkan bahwa di tahun generasi Y akan sangat dipenuhi dengan luapan banjir informasi teknologi maupun pengetahuan secara mudah.

Ini artinya, generasi Y di tahun kelahirannya sudah dimulainya perkembangan infrastruktur teknologi dan media sosial yang kian tahun makin meningkat. Yang akhirnya ditandai dengan hadirnya Facebook sebagai media sosial terbesar untuk saling berkomunikasi satu sama lainnya. WES/LIN