Ilustrasi Fintech
Ilustrasi Fintech

Teknopreneur.com—Alipay terus melakukan inovasi dalam pengembangan layanan fitur yang dimilikinya. Dengan modal kuat sebagai raksasa transaksi online, Alipay, begitu mudah membangun kesepakatan bisnis dengan merambah market share dengan dominan.

Jalinan kerjasama yang dibangun dengan Alibaba memang sangat menguntungkan, Alipay diyakini oleh Alibaba dijadikan sebagai Platform utama dalam layanan Taobao dan Tmall yang sudah menguasai pasar market Tiongkok. Apalagi, Alibaba tidak begitu menyukai kompetitor Alipay, seperti WeChat Pay untuk digunakan sebagai alat pembayaran di Taobao maupun Tmall.

Dalam muatan laporan Tirto, dijelaskan Alipay memang bukan satu-satunya sebagai alat pembayaran online Tiongkok, dan begitu banyak pilihan alternatif pembayaran di negaranya. Namun langkah strategi dengan memberikan banyak promo, akibatnya tidak sedikit konsumen yang tertarik untuk dapat menggunakan layanan pembayaran online Alipay.

Setidaknya dalam laporan tersebut, disebutkan ada 130 ribu tempat makan yang ditawarkan oleh Alipay untuk promosi, seperti 5000 restoran KFC, maupun 2800 outlet Starbucks di Tiongkok. Terutama dalam penggunaan fitur teknologi yang digunakan, scan barcode disebutkan cara yang paling digemari oleh konsumen dalam melakukan berbagai transaksi. Dan berawal dari kemudahan ini, para pedagang kecil Tiongkok mulai akrab dan nyaman dalam penggunaan Alipay di transaksi jual beli.

Seperti yang dilansir dari riset Guo dan Bouman yang dilakukan pada tahun 2016 menerangkan, bahwa kesuksesan Alipay dikarenakan hasil usahanya dalam membangun jaringan kepada para mitra bisnisnya. Seperti bank nasional Tiongkok sebagai tempat penyimpanan dana bagi para konsumennya.

Dalam riset itu pun ditambahkan, tersedianya layanan integrasi akun bank dengan akun Alipay, begitu sangat disukai oleh konsumen. Lantaran kemudahan tanpa harus top up dana mereka terlebih dahulu. Dengan menggunakan dasar sistem seperti ini, Alipay yang sudah begitu menguasai pangsa pasar Tingkok, sudah tak perlu repot untuk menjadi bank dari negara Tiongkok. Justru yang terpenting ialah sistem yang dikembangkan oleh Alipay dan Alibaba Group inilah yang perlu diperhatikan oleh banyak bank yang ada di Tiongkok.

Persaingan Ketat

iResearch China memetakan secara rinci bagaimana peta persaingan pembayaran online di negara Tiongkok tersebut. Untuk tahun 2017 iReasearch China memaparkan betapa sengitnya persaingan layanan Alipay dan WeChat pay.

Dari hasil riset tersebut menjelaskan, bahwa Alipay begitu sangat mendominasi lebih besar dengan WeChat Pay, penguasaan pasar Alipay sebesar 54 persen ketimbang WeChat Pay yang hanya meraih 40 persen dari pasar konsumen yang ada. Dari segi afiliasi kerjasama yang dilakukan oleh keduanya, terbilang Alipay masih begitu mendominasi. Namun dalam segi kualitas, berdasar riset tersebut, WeChat Pay lebih unggul lantaran WeChat mengusung fitur Red Wallet yang berfungsi memudahkan konsumen dalam berbagi dana (angpao) sesama teman.

Tidak samapai disitu, dalam segi jumlah pengguna Alipay masih sangat mendominasi jumlah penggunaan layanan pembayaran online, tercatat Alipay sudah memiliki pengguna kurang lebih 130 juta lebih besar ketimbang WeChat Pay hanya memperoleh 650 juta pengguna dalam persaingan dua layanan raksasa pembayaran online tersebut.

Ini artinya, total nilai transaksi mobile payment yang mengalir di negara Tiongkok sudah mencapai USD5,5 triliun. dan dengan mengetahui capaian nilai transaksi mobile payment Tiongkok, akan terasa sangat mencengangkan, lantaran untuk pengguna pembayaran online di negara maju seperti Amerika Serikat (AS), penggunaan mobile payment (Paypal, Android Pay, Apple Pay) hanya 6,5 persen dari jumlah nilai transaksi mobile payment Tiongkok saat ini. WES/LIN