Ilustrasi Digital
Ilustrasi Digital

Teknopreneur.com—Raksasa aplikasi WhatsApp sebagai alat komunikasi utama, kembali merilis beberapa fitur barunya untuk lebih menggaet para penggunanya, secara global maupun regional.

Dengan beberapa sajian fitur baru yang disediakan oleh WhatsApp,  seperti menarik kembali pesan yang sudah dikirimkan, ini merupakan langkah tepat  yang dilakukan oleh WhatsApp untuk menandingi pesaingnya seperti Telegram, Snapchat, dan Line. Yang ketiganya selalu bergandengan diperingkat popularitas Google Playstore.

Facebook mengungkap laporan terbaru penggunaan WhatsApp pada tahun ini, kali ini pihaknya mengklaim layanan pesan instan milik Facebook tersebut sudah mencapai angka satu 1 miliar pengguna aktif tiap harinya. Facebook merincikan data perbulannya pun lebih tinggi, dilaporkan data rata-rata ada 1,3 miliar pengguna aktif untuk tiap bulannya. Laporan selanjutnya pun sudah ada 55 miliar pesan yang dikirimkan oleh pengguna aktif layanan pesan instan WhatsApp tersebut.

Besarnya pengguna aktif layanan instan WhatsApp ditanggapi santai oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg, ia mengatakan bahwa masih terlalu cepat untuk melakukan monetize aplikasi layanan WhatsApp.

Namun berbeda dengan ucapan Mark Zuckerberg, tersiar bahwa Facebook pun telah merilis platfrom WhatsApp Business. Dengan tujuan utama memudahkan para pengguna aktifnya mengelola bisnis yang dimilikinya, walau aplikasi WhatsApp Business masih tahap Beta (Percobaan), tak sedikit warganet yang sangat antusias untuk menjajal layanan baru buatan facebook tersebut.

Melirik 132,7 juta pengguna Internet Indonesia, dengan penggunaan media sosial  97,4 persen. Besar potensi market WhatsApp Business untuk mengekspansi pasar Indonesia disektor bisnis, terutama dengan hadirnya WhatsApp Business pengguna aktif tak perlu direpotkan dengan mengiklankan produknya terhadap pelanggannya secara satu per satu.

Laporan Android Police menunjukkan, bahwa WhatsApp Business akan memisahkan akun pribadi dan akun bisnis. Dan dilaporkan WhatsApp Business pun dapat mendukung telepon rumah, untuk berkomunkasi dengan para kliennya, para pengguna pun nantinya akan dapat mendaftarkan nomer ponsel yang berbeda khusus aplikasi bisnis ini.

Dalam laporan persnya WhatsApp telah mengindikasikan bahwa  pihaknya dapat  membebankan biaya yang cukup besar untuk solusi bisnis, WhatsApp juga menjelaskan akan memberikan pilihan bagi pelanggan untuk memblokir layanan apa pun pada aplikasinya sehingga mencegah potensi spam.

Tidak cukup sampai disitu, muatan kabar Investopedia  memaparkan  bahwa Facebook yang mengahabiskan USD19 miliar pada tahun 2014 untuk WhatsApp, yang  sebenarnya adalah langkah utama untuk mendapatkan keuntungan besar  dari jumah pengguna aktif, terutama  WhatsApp Business yang memang sudah secara khusus dibangun oleh para pebisnis.

Namun untuk berapa besaran jumlah yang diinvestasikan  chief operating office WhatsApp, Matt Idema masih belum bisa mengungkapkan lebih jauh mengenai berapa banyak perusahaan yang bergabung dan kapan akan dimulai.

“Kami ingin meletakkan fondasi dasar untuk memungkinkan orang mengirim bisnis dan meminta mereka menerima tanggapan yang mereka inginkan,”ungkap Matt Idema pada The Wall Street Jounal.

Lebih jauh terkait dengan WhatsApp Indian Express melansir, pengguna WhatsApp  yang sudah berjumlah lebih dari 1,2 miliar, terutama dengan aplikasi khusus bisnis seperti  WhatsApp Business diprediksi akan menambah pendapatan bagi WhatsApp, dan memudahkan bagi para pengusaha untuk menjangkau lebih mudah konsumennya. WES/LIN