Ilustrasi Digital
Ilustrasi Digital

Teknopreneur.com – Pola pembayaran non tunai mulai diberlakukan di Indonesia yang rencananya akan diterapkan pada 31 Oktober 2017. Mekanisme pembayaran non tunai ini merupakan sebuah cara untuk mengurai kemacetan di jalan tol. Sebagai sebuah bentuk pembayaran baru, e Toll dianggap sebuah terobosan yang mutakhir. Sementara penggunaan e Toll ini sudah lama dipraktekkan di Jepang pada 2001 dan telah dihentikan pada 2006.

Seperti yang dilansir wartaekonomi.com; Di Jepang, penggunaan e Toll telah diganti dengan Electronic Toll Collection (ETC). Untuk mengatasi kemacetan setiap mobil diberikan alat di posisi depan mobil. Dengan kecepatan rendah pintu tol akan mendeteksi alat tersebut dan pintu tol akan terbuka otomatis.

“Kami tidak lagi menggunakan kartu. Sekarang keluar tol sangat mudah. Mobil yang akan masuk dan keluar tol diberikan alat yang ditempatkan di posisi depan mobil. Dengan kecepatan 20 km/jam, pintu tol akan terbuka dengan sendirinya,” ujar Ogawa Tahahiro, pemandu tur dari Honda Prospect Motor di Kyoto, Minggu (29/10/2017).

Supir tidak lagi berhenti untuk mengeluarkan kartu, sekarang pintu tol dapat terbuka secara otomatis dengan alat tersebut dan biaya yang harus dibayar langsung diketahui.

“Kami tinggal melakukan pembayaran yang terhubung dengan kartu kredit,” ucapnya.

Menurut Ogawa, dengan menggunakan alat ini dirinya sangat terbantu.”Selain itu ada diskon jika masuk jalan tol pada malam hari, diskon bisa sampai 50 persen,” ungkapnya.

Menurut survei sudah 90 persen pemilik mobil di Jepang telah menggunakan alat ini. Di beberapa tempat pengelola jalan tol juga masih melayani pembayaran tunai, tetapi ini hanya berlaku di wilayah pedesaan. LIN